TLDR
LRHW adalah sistem senjata hipersonik pertama yang akan diterapkan oleh Angkatan Darat AS. Terdapat tantangan teknis yang harus diatasi sebelum LRHW dapat beroperasi secara penuh. LRHW akan meningkatkan kemampuan pertahanan AS terhadap ancaman dari negara-negara pesaing di kawasan Indo-Pasifik. Angkatan Darat Amerika Serikat akan segera menempatkan sistem misil hipersonik Long-Range Hypersonic Weapon (LRHW) atau Dark Eagle dalam operasional pertama, menandai tonggak penting untuk menutup kesenjangan kemampuan hipersonik terhadap negara yang setara. Sistem ini dikembangkan setelah melewati berbagai tantangan dalam integrasi sistem dan kualitas produksi.LRHW terdiri dari baterai dengan empat peluncur yang membawa total delapan misil siap tembak, dengan kecepatan terbang sekitar Mach 10 dan jangkauan minimum sekitar 2.775 km. Target utama sistem ini adalah sasaran bernilai tinggi yang dilindungi oleh pertahanan udara yang canggih, dan sistem ini menggunakan strategi melawan A2/AD dengan kecepatan, manuver, dan lintasan tertekan.Meski telah ada beberapa keberhasilan uji coba, proses evaluasi operasional menyeluruh masih berlanjut hingga 2027 dan produksi saat ini masih terbatas dengan kecepatan satu misil per bulan dan biaya tinggi sekitar 41 juta dolar AS. Penempatan baterai pertama ini di Indo-Pasifik akan menjadi langkah awal menuju pengembangan dan perluasan kemampuan senjata hipersonik AS.
Meskipun peluncuran operasional pertama LRHW merupakan pencapaian penting bagi AS, keterbatasan produksi dan tantangan teknik masih menghambat kemampuan penuh sistem ini. Jika tidak ada kemajuan signifikan dalam peningkatan produksi dan penyempurnaan teknologi, efektivitas strategis senjata ini di lapangan bisa terbatas.