Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Shu Xiaokun Tinggalkan UCSF dan Pimpin Riset Bioteknologi di Shanghai

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
SCMP SCMP
20 Mar 2026
220 dibaca
1 menit
Shu Xiaokun Tinggalkan UCSF dan Pimpin Riset Bioteknologi di Shanghai

Rangkuman 15 Detik

Shu Xiaokun adalah ilmuwan terkemuka yang meninggalkan UCSF untuk berkontribusi di Fudan University.
Dia akan memimpin institut baru yang fokus pada bioteknologi di Shanghai.
Moto laboratoriumnya menekankan pentingnya kesenangan dalam proses belajar dan penelitian.
Shu Xiaokun, ilmuwan senior bidang biologi, meninggalkan University of California, San Francisco hanya beberapa bulan setelah pengangkatannya sebagai profesor terhormat. Ia menerima berbagai penghargaan dan dana besar dari pemerintah AS selama lebih dari 20 tahun. Keputusan ini menandai perubahan fokus karier dan risetnya dari AS ke China. Shu sebelumnya bekerja di laboratorium Nobel Roger Yonchien Tsien dan dikenal karena karyanya dalam pengembangan alat protein fluoresen. Saat ini, ia resmi menjadi profesor di Fudan University dan akan menjabat sebagai direktur pendiri Institut Riset dan Aplikasi Bioteknologi Kimia dan Terbuka di Shanghai. Kota Shanghai menjadi pusat baru bagi aktivitas riset ilmiahnya. Kepindahan Shu membawa dampak positif signifikan pada ekosistem riset bioteknologi di China. Dengan posisi baru ini, Shu berpotensi mendorong inovasi dan kolaborasi internasional di bidang bioteknologi kimia. Hal ini juga menunjukkan diaspora ilmuwan elite kembali berkontribusi di negara asal mereka.

Analisis Ahli

James Watson
Perpindahan ilmuwan berbakat seperti Shu Xiaokun sangat penting untuk mengembangkan riset genetik dan teknologi biologi molekuler di tingkat global dan regional.
Emmanuelle Charpentier
Langkah ini dapat mempercepat inovasi bioteknologi di Asia Timur, terutama di bidang kimia terbuka dan aplikasi biologi yang revolusioner.