China Luncurkan Hukeda-2 dengan Lengan Robot Fleksibel untuk Pengisian Bahan Bakar Satelit di Orbit
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
20 Mar 2026
122 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Hukeda-2 merupakan inovasi dalam teknologi robotik untuk docking satelit.
Pengujian refuelling di luar angkasa dapat memperpanjang umur satelit.
Teknologi baru dapat membantu mengelola kepadatan orbit Bumi dengan lebih baik.
Hukeda-2 diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan dan merupakan satelit komersial China pertama yang memakai lengan robot fleksibel untuk docking dengan satelit lain. Satelit ini dikembangkan oleh Hunan University of Science and Technology dan Suzhou Sanyuan Aerospace Technology. Tujuannya untuk menguji teknologi docking dan pengisian bahan bakar ulang di luar angkasa.
Lengan robot pada Hukeda-2 dapat bergerak halus seperti tentakel sehingga lebih fleksibel dan mampu beradaptasi saat mendekati sasaran. Satelit ini juga menguji metode penggandaan drag atmosfer dengan alat khusus yang dapat menciptakan bola ultralight sehingga satelit bisa jatuh ke atmosfer lebih cepat dan dibakar habis. Ini diharapkan membantu mengurangi sampah antariksa.
Teknologi ini sangat penting bagi pengelolaan orbit yang semakin padat akibat meningkatnya megakonstelasi seperti Starlink. Keberhasilan pengujian ini bisa memperpanjang masa hidup satelit, menurunkan biaya operasi, dan mempercepat daur ulang satelit yang telah selesai masa pakai. Ini merupakan langkah maju dalam industri luar angkasa komersial China.
Analisis Ahli
Cheng Lei
In-orbit refuelling technology could transform the space economy by extending satellite lifespans and improving orbital space management.

