Pomodo

Teknologi Radiovoltaik: Baterai Tanpa Perawatan untuk Lingkungan Ekstrem

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
InterestingEngineering InterestingEngineering
20 Mar 2026
244 dibaca
1 menit
Teknologi Radiovoltaik: Baterai Tanpa Perawatan untuk Lingkungan Ekstrem
Rangkuman 15 Detik
Radiovoltaik dapat menyediakan sumber daya yang stabil dalam kondisi ekstrem.
Penggunaan gallium oksida dapat meningkatkan efisiensi dan umur perangkat radiovoltaik.
Kolaborasi antara beberapa universitas dan lembaga penelitian penting untuk pengembangan teknologi baru ini.
Para peneliti dari University of Toledo dan University of Missouri bekerjasama mengembangkan baterai radiovoltaik mikro yang dapat menghasilkan listrik langsung dari radiasi nuklir tanpa perlu diisi ulang. Proyek ini didukung oleh DARPA yang bertujuan menciptakan sumber daya listrik tahan lama untuk aplikasi di lingkungan dimana penggantian baterai sulit dilakukan. Teknologi menggunakan gallium oksida sebagai bahan semikonduktor karena ketahanannya terhadap radiasi dan efisiensi yang lebih baik. Finite element modeling digunakan untuk menguji berbagai desain perangkat sebelum produksi fisik, memungkinkan proses pengembangan yang lebih matang dan efektif. Keunggulan baterai radiovoltaik seperti ini dapat meningkatkan masa operasi perangkat di laut dalam, luar angkasa, dan sensor jarak jauh, membuka peluang untuk eksplorasi dan pemantauan berkelanjutan dalam lingkungan ekstrim yang tidak memungkinkan penggantian baterai secara rutin.

Analisis Ahli

Dr. Suresh Ramamurthy
Radiovoltaics offer a promising path for enduring power supplies but require advancements in material science to mitigate radiation damage that hampers efficiency over time.
Prof. Linda Zhang
The use of gallium oxide is a game-changer because of its superior radiation hardness, which means these batteries could outlast conventional power sources in remote and harsh environments.