Sejarah Tekanan Tubuh Langsing di Tiongkok: Dari Dinasti hingga Diet Ekstrem
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
19 Mar 2026
124 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kecantikan di Tiongkok kuno memiliki kompleksitas yang lebih dalam daripada sekedar penampilan fisik.
Diet ekstrem dan cara hidup ketat menjadi bagian dari budaya menciptakan tubuh ramping di kalangan perempuan dan laki-laki.
Sejarah menunjukkan bahwa ideal tubuh ramping sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dengan pengaruh dari penguasa dan norma sosial.
Tekanan untuk tetap langsing di Tiongkok telah ada sejak zaman kuno, jauh sebelum tren diet modern muncul. Wanita dan pria sama-sama menjalani pembatasan makanan yang ketat demi menjaga berat badan agar memenuhi standar kecantikan. Praktik ekstrem seperti menelan kaktus atau sutra juga tercatat dalam sejarah sebagai upaya mencapai kesempurnaan penampilan.
Pada masa Dinasti Tang, meskipun ada tokoh wanita berisi terkenal seperti Wu Zetian dan Yang Yuhuan, ideal kecantikan yang dominan tetaplah tubuh yang ramping, tinggi, dan berkulit cerah. Pada masa Dinasti Zhou, King Ling dari Chu menegakkan standar langsing dan pengikutnya mengikuti dengan membatasi asupan makanan, bahkan dengan hanya makan satu kali sehari.
Fakta ini menegaskan bahwa ideal tubuh langsing dan kulit cerah yang melekat pada budaya Tiongkok bukanlah tren baru, melainkan bagian dari tekanan sosial dan budaya yang terus berlanjut sepanjang sejarah. Ini mempengaruhi cara masyarakat melihat kecantikan dan kemungkinan besar akan memengaruhi standar kecantikan serta praktik diet masa depan.
Analisis Ahli
Li Wei (Sejarawan Budaya China)
Tekanan terhadap tubuh langsing di periode Dinasti Zhou dan Tang bukan hanya soal estetika, tetapi juga simbol status dan kontrol sosial yang kuat di kalangan elit.Chen Ming (Ahli Gizi Tradisional China)
Pendekatan diet ekstrem dalam sejarah Tiongkok menunjukkan bagaimana konsep kesehatan dan kecantikan sering bercampur dan kadang kontradiktif dalam praktik masyarakat.
