Drone Hidrogen Era Baru: Terbang Lama Gantikan Risiko Helikopter di Tempat Sulit
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
19 Mar 2026
132 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Drone bertenaga hidrogen mampu terbang lebih lama dan lebih efisien dibandingkan drone bertenaga baterai.
Tantangan cuaca menjadi hambatan utama yang perlu diatasi untuk penggunaan drone di Norwegia.
Drone ini memiliki potensi besar untuk digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pemantauan lingkungan dan inspeksi infrastruktur.
Peneliti dari SINTEF telah mengembangkan drone yang menggunakan sel bahan bakar hidrogen guna mengatasi keterbatasan drone baterai seperti berat yang berlebihan dan waktu terbang yang singkat. Teknologi ini memungkinkan drone melakukan penerbangan selama beberapa jam dan mengganti tangki hidrogen dalam hitungan menit, meningkatkan efisiensi operasional di lapangan.
Drone ini dibuat dari awal di laboratorium khusus untuk memenuhi regulasi ketat dan menyelesaikan misi panjang seperti inspeksi jaringan listrik di daerah terpencil. Selain itu, drone hidrogen memiliki densitas energi lebih tinggi dibanding baterai lithium dan lebih tahan serta minim perawatan dibanding mesin bensin rumit.
Meski sudah terbang di Skandinavia, tantangan terbesar adalah drone belum tahan terhadap hujan dan suhu di bawah titik beku, yang menghambat penggunaannya di musim dingin dan kondisi cuaca ekstrim. Tim kini mencari mitra untuk membuat drone tahan cuaca buruk agar bisa menggantikan risiko helikopter dalam inspeksi dan monitoring lingkungan skala besar.
Analisis Ahli
Federico Zenith
Drone bertenaga hidrogen bukan untuk menggantikan baterai melainkan untuk mengatasi tugas yang tidak bisa dipenuhi drone baterai saat ini, terutama soal durasi dan daya tahan di lapangan.

