Ransomware Serang Marquis, Ratusan Ribu Data Finansial Pelanggan Dicuri
Teknologi
Keamanan Siber
18 Mar 2026
220 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Marquis mengalami pelanggaran data besar yang mempengaruhi ratusan ribu orang.
SonicWall dituduh gagal dalam menjaga keamanan yang menyebabkan serangan siber.
Informasi sensitif yang dicuri termasuk data keuangan dan nomor Jaminan Sosial pelanggan.
Marquis, perusahaan fintech berbasis di Plano, Texas, mengalami serangan ransomware pada Agustus 2025 yang menyebabkan pencurian data pribadi dan finansial sensitif sebanyak 672.075 orang. Serangan ini menjadi bocoran data terbesar yang pernah diungkap dari perusahaan tersebut.
Data yang dicuri meliputi nama, tanggal lahir, alamat, nomor rekening bank, kartu debit dan kredit, serta nomor Social Security. Lebih dari separuh korban tinggal di Texas, sedangkan kelemahan keamanan firewall yang disediakan SonicWall memungkinkan hacker masuk dan mencuri data.
Marquis menuntut SonicWall karena kesalahan keamanan firewall yang mengakibatkan pencurian data dan penyebaran ransomware. Insiden ini berpotensi meningkatkan kewaspadaan dan regulasi industri fintech terhadap perlindungan data pelanggan di masa depan.
Analisis Ahli
Brian Krebs (jurnalis keamanan cyber)
Serangan terhadap Marquis menunjukkan bagaimana kelemahan dalam rantai pasok teknologi keamanan dapat dieksploitasi oleh aktor jahat. Perusahaan harus lebih proaktif dalam menilai dan memperkuat pertahanan mereka sebelum kebocoran data berdampak lebih jauh pada konsumen.

