Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Marquis Gugat SonicWall Karena Kebocoran Data Firewall yang Sebabkan Serangan Ransomware

Teknologi
Keamanan Siber
TechCrunch TechCrunch
24 Feb 2026
249 dibaca
2 menit
Marquis Gugat SonicWall Karena Kebocoran Data Firewall yang Sebabkan Serangan Ransomware

Rangkuman 15 Detik

Pelanggaran data di SonicWall menyebabkan dampak besar bagi Marquis dan pelanggan mereka.
Informasi sensitif yang dicuri dapat membahayakan ribuan individu dan institusi keuangan.
Proses litigasi diharapkan dapat memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai penyebab pelanggaran di SonicWall.
Perusahaan fintech Marquis melayangkan gugatan terhadap SonicWall, penyedia firewall mereka, karena diduga gagal mengamankan layanan backup firewall cloud. Kebocoran data ini berlangsung pada tahun 2025 dan menyebabkan informasi sensitif tentang konfigurasi firewall Marquis dan pelanggan mereka dicuri oleh peretas. Informasi yang bocor termasuk kode darurat firewall yang memungkinkan peretas masuk ke jaringan internal Marquis dan melancarkan serangan ransomware yang mengacaukan operasional perusahaan. Marquis juga menyatakan bahwa data pribadi dari pelanggan bank dan lembaga keuangan yang menggunakan layanannya ikut dicuri. SonicWall awalnya mengaku hanya sebagian kecil data yang bocor, namun kemudian mengakui bahwa seluruh pelanggan terkena dampak kebocoran tersebut. Insiden ini diperburuk oleh dugaan adanya bug terkait perubahan kode pada API SonicWall yang dapat dieksploitasi oleh peretas untuk mengakses file backup firewall tanpa autentikasi yang memadai. Marquis mengungkapkan bahwa mereka belum menerima informasi rinci dari SonicWall mengenai akar penyebab insiden ini. Perusahaan berharap proses hukum bisa memberikan kejelasan lebih lanjut dan juga kompensasi atas kerugian yang dialami, termasuk kerusakan reputasi, dampak operasional, dan kerugian finansial. Diperkirakan jumlah individu yang terdampak dalam peretasan ini akan bertambah saat lebih banyak laporan kebocoran data diajukan ke kantor kejaksaan di AS. Saat ini, diperkirakan minimal 400.000 orang sudah terkena dampak langsung dari insiden tersebut.

Analisis Ahli

Bruce Schneier
Kasus ini menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya soal teknologi tapi juga komunikasi dan transparansi dalam manajemen insiden. Pelanggan berhak tahu lebih cepat jika terjadi kebocoran data sehingga bisa segera mengambil langkah mitigasi.