Iran Gunakan Misil Sejjil-2 Tingkatkan Eskalasi Konflik di Timur Tengah
Sains
Fisika dan Kimia
17 Mar 2026
41 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Penggunaan rudal Sejjil oleh Iran menunjukkan peningkatan agresivitas dalam konflik terkini.
Kemampuan manuver dan bahan bakar padat membuat rudal Sejjil lebih sulit untuk diintersepsi.
Strategi militer Iran sedang berkembang dengan pengembangan sistem senjata yang lebih canggih dan responsif.
Iran mengerahkan misil balistik medium-range Sejjil-2 untuk pertama kalinya dalam konflik aktif melawan Israel dan AS, menandai eskalasi baru dalam perang yang sedang berlangsung. Misil ini digunakan dalam operasi "True Promise-4" gelombang ke-54 dan diakui oleh otoritas Israel yang mengonfirmasi adanya serangan dan korban.
Sejjil merupakan salah satu misil canggih Iran yang bermesin bahan bakar padat, mampu diluncurkan dengan cepat dan memiliki jangkauan sekitar 2.000 km, mencakup seluruh wilayah penting di Timur Tengah. Kemampuan manuver dalam penerbangannya membuatnya sulit dicegat oleh sistem pertahanan rudal.
Penggunaan aktif Sejjil-2 memperlihatkan perubahan strategi Iran dari sekadar pencegahan menjadi penggunaan senjata dalam perang sesungguhnya, meningkatkan risiko eskalasi. Jika varian lebih maju Sejjil-3 berhasil dikembangkan, jangkauan misil Iran akan melampaui 4.000 km, memperluas pengaruh strategis dan ancaman kawasan.
Analisis Ahli
Michael Elleman (Senior Fellow for Missile Defense, IISS)
Penggunaan misil balistik solid-fuel dan mobile seperti Sejjil-2 meningkatkan dinamika medan perang karena meningkatkan kemampuan serang dan mengurangi rentang waktu deteksi, sehingga memperumit strategi pertahanan lawan.