Dampak Konflik Iran: Pasar Komoditas Onchain dan Bitcoin dalam Ketidakpastian Ekonomi
Finansial
Mata Uang Kripto
17 Mar 2026
27 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan harga Bitcoin dapat dipengaruhi oleh konflik geopolitik seperti yang terjadi di Iran.
Pasar komoditas berbasis blockchain menunjukkan potensi sebagai alternatif dalam penemuan harga saat pasar tradisional tutup.
Kenaikan harga minyak dapat berdampak pada inflasi dan keputusan bank sentral terkait suku bunga.
Harga bitcoin mengalami kenaikan signifikan hingga sekitar 74.000 dolar AS sejak awal konflik Iran lebih dari dua minggu yang lalu. Hyperliquid, platform pertukaran berjangka desentralisasi, mencatat volume perdagangan jutaan dolar terutama pada kontrak minyak. Pergerakan ini menunjukkan peran penting blockchain dalam penentuan harga saat pasar tradisional tutup.
Para analis dari Prometheus Research menyatakan kontrak energi seperti minyak pemanas dan bensin menunjukkan risiko Sharpe yang lebih menarik dan pasar fisik yang ketat. Konflik di Iran mendorong penguatan ETF komoditas dan berdampak pada logam penting seperti nikel. Hal ini memicu dugaan pergeseran modal dari bitcoin ke pasar komoditas onchain.
Peningkatan harga minyak bisa menyebabkan inflasi yang membuat bank sentral lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga, berpotensi menekan aset berisiko termasuk kripto. Harga bitcoin mengalami lonjakan singkat tapi tidak bertahan lama disertai tekanan negatif dari pasar opsi dan pasar tradisional yang berisiko. Investor disarankan tetap waspada terhadap volatilitas pasar.
Analisis Ahli
Monarq Asset Management
Pasar bitcoin sangat terhedging dan didominasi posisi short, sehingga pergerakan harga saat ini lebih cenderung volatil dan mudah berbalik arah.

