TLDR
Carbonology berusaha untuk mengubah karbon dioksida menjadi bahan bakar sintetik dengan biaya rendah. Perusahaan ini menggunakan energi terbarukan seperti solar dan angin dalam proses produksi. Teknologi penangkapan karbon masih menghadapi skeptisisme meskipun telah berkembang dalam dekade terakhir. Carbonology, startup yang berbasis di Shanghai, mengklaim telah mengembangkan teknologi yang mampu mengubah karbon dioksida dari udara dan air menjadi bahan bakar sintetis menggunakan energi surya dan angin. Teknologi ini diklaim memiliki biaya yang cukup rendah sehingga bisa dijual pada harga pasar yang kompetitif untuk bensin, diesel, dan bahan bakar jet.Perusahaan ini didirikan oleh mantan wakil presiden Tesla pada tahun 2024 dan sedang mempersiapkan kapasitas produksi besar di China. Meski teknologi penangkapan karbon dari udara (DAC) telah berkembang dalam satu dekade terakhir, kebanyakan hasilnya lebih banyak disimpan di bawah tanah daripada dikonversi menjadi bahan bakar.Jika teknologi ini berhasil diproduksi secara skala besar, maka akan membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung upaya pengurangan emisi karbon. Namun, masih ada skeptisisme terkait kelayakan komersial dan efektivitas jangka panjang teknologi ini.