Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Start-up China Kembangkan Bahan Bakar Sintetis dari Udara dan Air

Sains
Iklim dan Lingkungan
SCMP SCMP
17 Mar 2026
55 dibaca
1 menit
Start-up China Kembangkan Bahan Bakar Sintetis dari Udara dan Air

Rangkuman 15 Detik

Carbonology mengembangkan teknologi untuk memproduksi bahan bakar sintetis dari karbon dioksida.
Perusahaan ini berencana untuk membangun fasilitas produksi skala besar di Tiongkok.
Meskipun ada kemajuan dalam teknologi penangkapan karbon, masih ada skeptisisme mengenai kelayakan komersialnya.
Carbonology, sebuah start-up berbasis di Shanghai, mengklaim telah mengembangkan teknologi yang mampu mengubah karbon dioksida dari udara dan air menjadi bahan bakar sintetis dengan biaya rendah. Teknologi ini menggunakan energi surya dan angin dalam prosesnya. Saat ini, perusahaan bersiap membangun fasilitas produksi besar-besaran di China. Proses konversi karbon dioksida menjadi bahan bakar sintetis telah lama menjadi fokus penelitian dengan direct air capture sebagai teknologi kunci. Carbonology menyatakan siap menjual produk seperti bensin, diesel, dan jet fuel dengan harga kompetitif di pasar. Namun, sebagian ahli masih meragukan kelayakan komersial dari teknologi ini. Jika teknologi ini berhasil dan mampu diproduksi secara massal, hal ini dapat mendorong transisi menuju sumber energi yang lebih bersih dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Banyak perusahaan China mulai mengadopsi pendekatan serupa di tengah krisis energi dan ketegangan geopolitik global.

Analisis Ahli

Dr. Liu Wei (Ahli Energi Terbarukan)
Proses konversi karbon dioksida menjadi bahan bakar sintetis masih memerlukan energi yang besar sehingga efisiensi dan biaya produksi menjadi faktor utama keberhasilan. Namun, inovasi di sektor ini dapat membuka peluang besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca jika diintegrasikan dengan sumber energi terbarukan seperti surya dan angin.