Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Gangguan Pasokan Helium dari Qatar Hambat Produksi Chip dan Perkembangan AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
CNBCIndonesia CNBCIndonesia
16 Mar 2026
84 dibaca
1 menit
Gangguan Pasokan Helium dari Qatar Hambat Produksi Chip dan Perkembangan AI

Rangkuman 15 Detik

Krisis pasokan helium dapat memperburuk masalah dalam industri semikonduktor.
Konflik geopolitik dapat memiliki dampak besar pada pasar energi dan komoditas.
Ketergantungan pada pasokan dari daerah konflik meningkatkan risiko bagi industri global.
Konflik antara AS dan Israel melawan Iran menyebabkan gangguan besar di Selat Hormuz yang mempengaruhi pasokan helium global. Qatar menutup pusat energi terbesar setelah serangan drone, menghentikan produksi helium penting yang digunakan di berbagai industri. Helium berfungsi vital dalam mendinginkan chip semikonduktor selama proses fabrikasi. Negara-negara seperti Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan sangat bergantung pada helium dari Qatar, yang memasok sekitar sepertiga helium dunia, sehingga gangguan ini mengancam produksi chip dan teknologi AI. Krisis ini berpotensi memperburuk kekurangan chip yang sudah terjadi sejak akhir 2025 dan menghambat pengembangan AI di dunia. Kenaikan harga helium yang signifikan dan durasi gangguan pasokan akan menentukan seberapa besar dampak ekonomi dan teknologi global ke depan.

Analisis Ahli

Andreas Steno Larsen
Menggarisbawahi ketergantungan besar perusahaan semikonduktor utama seperti TSMC dan Hynix pada aliran helium dari Qatar, dan mengingatkan potensi dampak signifikan pada perkembangan AI.
Phil Kornbluth
Menjelaskan bahwa kenaikan harga helium belum berdampak langsung pada kontrak lama dan bahwa durasi gangguan di Selat Hormuz akan menentukan besarnya krisis yang akan terjadi.