PhonePe Tunda IPO Karena Ketegangan Geopolitik dan Pasar Saham yang Volatil
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
16 Mar 2026
105 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
PhonePe menunda IPO-nya karena kondisi pasar yang tidak stabil.
Perusahaan ini masih berkomitmen untuk go public ketika situasi pasar membaik.
PhonePe merupakan pemimpin dalam ekosistem pembayaran digital di India, mengungguli Google Pay dalam hal volume transaksi.
PhonePe, platform pembayaran digital terbesar di India, telah menunda rencana IPO-nya akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kondisi pasar saham yang tidak stabil. Perusahaan sebelumnya mengajukan prospektus IPO yang diperbarui untuk pencatatan di bursa India dalam tahun ini. Penundaan ini dilakukan untuk menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan.
Valuasi PhonePe sempat diperkirakan mencapai sekitar Rp 250.50 triliun ($15 miliar) , namun kini diperkirakan turun menjadi sekitar Rp 150.30 triliun ($9 miliar) oleh beberapa bankir investasi. Investor besar seperti Tiger Global, Microsoft, dan Walmart berencana menjual sahamnya melalui IPO, dengan Walmart tetap memegang kendali mayoritas. PhonePe memimpin volume transaksi UPI, mengungguli Google Pay dalam jumlah dan nilai transaksi.
Penundaan IPO ini dapat mempengaruhi exit strategi investor awal dan proses penggalangan dana perusahaan. Namun, PhonePe tetap berkomitmen untuk go public saat kondisi pasar membaik. Langkah ini penting untuk menjaga nilai perusahaan dan adaptasi terhadap volatilitas pasar global yang dipengaruhi oleh faktor eksternal.
Analisis Ahli
Raghuram Rajan
Penundaan IPO karena volatilitas pasar adalah langkah bijaksana untuk memaksimalkan nilai perusahaan bagi investor dan pemegang saham.Nandan Nilekani
Ekosistem UPI yang kuat memberikan fondasi yang kokoh bagi PhonePe untuk terus tumbuh meskipun menghadapi tantangan pasar saat ini.
