Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Investor Global Keluar dari PhonePe di Tengah IPO dengan Valuasi Rp 250.50 triliun ($15 Miliar)

Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
TechCrunch TechCrunch
22 Jan 2026
232 dibaca
2 menit
Investor Global Keluar dari PhonePe di Tengah IPO dengan Valuasi Rp 250.50 triliun ($15 Miliar)

Rangkuman 15 Detik

PhonePe berencana untuk melakukan IPO dengan target valuasi yang lebih tinggi.
Tiger Global dan Microsoft akan sepenuhnya keluar dari investasi di PhonePe.
Walmart tetap sebagai pemegang saham mayoritas setelah pemisahan PhonePe dari Flipkart.
PhonePe, startup pembayaran digital yang sangat populer di India dan didukung oleh Walmart, sedang mempersiapkan IPO yang memungkinkan investor seperti Tiger Global dan Microsoft untuk menjual seluruh saham mereka. Ini menandai salah satu contoh penting bagaimana investor global mencairkan investasi mereka di sektor teknologi India melalui bursa saham. Dalam IPO ini, Walmart masih ingin mempertahankan kendali sebagai pemegang saham mayoritas dan hanya melepas sebagian kecil sahamnya. Perusahaan menargetkan valuasi pasar sekitar 15 miliar dolar AS, lebih tinggi dari valuasi sebelumnya pada 12 miliar dolar AS, dan berharap mengumpulkan hingga 1,5 miliar dolar AS dari penawaran saham ini. PhonePe telah menjadi pemimpin pasar pembayaran digital di India, melampaui Google Pay dalam hal volume transaksi UPI dan nilai pembayaran. Selain layanan pembayaran, PhonePe juga memperluas bisnisnya ke investasi saham, reksa dana, dan bahkan toko aplikasi alternatif di Android. Meskipun pendapatan perusahaan meningkat signifikan, hingga 22% dalam setengah tahun terakhir, kerugian operasional mereka juga bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa meski pertumbuhan tinggi, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam mencapai profitabilitas. Langkah IPO ini tidak hanya akan membantu pencairan nilai bagi para investor awal tapi juga memberi kesempatan bagi PhonePe untuk mendapatkan modal baru yang bisa digunakan untuk memperluas bisnisnya di tengah persaingan ketat dalam industri fintech yang sedang berkembang di India.

Analisis Ahli

Bharat Jhunjhunwala (Ekonom dan pengamat pasar India)
Exit investor global ini mencerminkan kepercayaan pada pertumbuhan pasar fintech di India, namun valuasi yang tinggi dan kerugian operasional menuntut strategi pengelolaan biaya yang lebih ketat.
Nandan Nilekani (Pendiri Infosys dan penggerak UPI)
Dominasi PhonePe dalam ekosistem UPI adalah pencapaian besar, IPO ini akan memperkuat peran Fintech India di kancah global dan mendukung inovasi lebih lanjut.