TLDR
Pengujian ulang railgun elektromagnetik menunjukkan minat yang terus berlanjut dalam teknologi senjata canggih di Angkatan Laut AS. Tantangan teknis seperti daya listrik dan keausan laras tetap menjadi hambatan bagi pengembangan railgun yang operasional. Jepang telah mencapai kemajuan signifikan dalam teknologi railgun, menunjukkan potensi sebagai alat pertahanan yang efisien. Senjata electromagnetic railgun dari Angkatan Laut AS kembali diuji di White Sands Missile Range setelah program awal sempat dihentikan. Pengujian ini dilakukan selama tiga hari pada Februari 2025 sebagai bagian dari dukungan kepada Joint Hypersonics Transition Office. Railgun meluncurkan peluru dengan kecepatan hipersonik tanpa menggunakan bahan peledak kimia.Teknologi railgun menghadapi tantangan besar seperti kebutuhan listrik besar, sistem pendingin canggih, dan keausan laras yang cepat. Meski begitu, senjata ini menjanjikan biaya operasional lebih rendah dan kapasitas amunisi lebih besar dibandingkan rudal konvensional. Perusahaan seperti General Atomics dan BAE Systems terlibat dalam pengembangannya, serta Amerika Serikat mempersiapkan integrasi di kapal perang masa depan seperti Trump-class BBG(X).Teknologi electromagnetic railgun memiliki potensi besar untuk pengembangan sistem pertahanan dan serangan yang efektif dengan kecepatan peluru hipersonik. Jepang juga menunjukkan kemajuan signifikan dengan uji coba multiple firing mencapai lebih dari 200 kali peluru per laras. Ke depan, railgun dapat menjadi senjata utama dalam menghadapi ancaman hipersonik dan meningkatkan kekuatan tempur angkatan laut.