TLDR
Pertumbuhan pusat data di Asia Tenggara didorong oleh permintaan meningkat untuk kecerdasan buatan. Pusat data baru dapat memberikan manfaat ekonomi tetapi juga meningkatkan tekanan pada sumber daya lokal seperti listrik dan air. Perusahaan seperti Microsoft berupaya menggunakan energi terbarukan untuk mengurangi dampak lingkungan dari pusat data mereka. Pembangunan pusat data Microsoft di Jakarta mewakili gelombang investasi teknologi besar di Asia Tenggara yang mendorong kapasitas data pusat tumbuh sangat pesat hingga 2030. Perusahaan teknologi besar lain seperti Amazon, Google, Alibaba, dan Tencent juga memperluas kehadiran mereka di wilayah ini untuk mengikuti lonjakan pengguna terhubung dan AI.Meski membawa peluang ekonomi, pusat data ini membutuhkan listrik dalam jumlah besar, padahal sebagian besar listrik di Indonesia masih berasal dari batu bara yang berdampak buruk pada lingkungan. Selain itu, operasi pusat data yang menghasilkan panas tinggi juga meningkatkan kebutuhan air, walau teknologi pendingin tertutup sudah diimplementasikan untuk mengurangi konsumsi air.Ketergantungan tinggi pada sumber daya ini menimbulkan kekhawatiran besar terutama di wilayah yang sudah menghadapi defisit air dan tantangan infrastruktur energi. Namun, inisiatif seperti kerja sama Microsoft dengan penyedia listrik negara untuk menambah kapasitas energi terbarukan menjadi langkah penting bagi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.