Krisis Chip Global Picu Kenaikan Harga Laptop Hingga 40% Tahun 2025
Teknologi
Gadgets dan Wearable
13 Mar 2026
239 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Krisis chip global berdampak signifikan pada harga laptop, diperkirakan naik hingga 40%.
Kenaikan harga komponen seperti CPU dan memori menjadi faktor utama dalam lonjakan harga.
Perusahaan besar seperti Intel dan AMD mungkin akan menaikkan harga produk mereka untuk mempertahankan margin keuntungan.
Harga laptop mainstream diperkirakan melonjak hingga 40% pada kuartal pertama tahun 2025 akibat krisis chip global yang berdampak pada biaya produksi komponen utama seperti DRAM dan SSD. Trendforce melaporkan bahwa rata-rata harga laptop sekarang mencapai Rp 15.03 juta (US$900) atau sekitar Rp 15 juta, dan diperkirakan naik menjadi Rp 21.04 ribu (US$1.260) .
Harga komponen memori yang naik dari 15% menjadi lebih dari 30% dari total daftar material serta kenaikan harga CPU yang melebihi 15% oleh Intel dan produsen chip lain meningkatkan biaya produksi laptop secara signifikan. Selain itu, ketidakstabilan rantai pasokan akibat fokus produksi pada bisnis AI Nvidia memperparah situasi.
Akibatnya, harga eceran laptop diperkirakan meningkat hingga Rp 21,3 juta, naik lebih dari Rp 6 juta dari harga sebelumnya. Kondisi ini akan memengaruhi pasar konsumen dan memaksa produsen untuk menyesuaikan harga guna mempertahankan margin keuntungan.
Analisis Ahli
John P. Smith (Analis Industri Semikonduktor)
Krisis chip ini menunjukkan pentingnya diversifikasi rantai pasok serta investasi lebih besar dalam produksi chip domestik untuk mengurangi ketergantungan global. Perusahaan harus menyeimbangkan antara inovasi produk dan kestabilan harga agar tetap menarik di pasar konsumen.

