Kenaikan Harga Chip Memori Dorong Naiknya Harga Smartphone dan Laptop Global
Teknologi
Gadgets dan Wearable
23 Jan 2026
285 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Kenaikan harga chip memori berdampak signifikan pada harga perangkat elektronik.
Perusahaan besar menghadapi tantangan dalam menyesuaikan harga tanpa menurunkan permintaan.
Pasar perangkat konsumen diperkirakan akan mengalami penurunan penjualan hingga tahun 2026.
Harga perangkat elektronik seperti smartphone dan laptop sedang mengalami kenaikan secara global karena mahalnya chip memori. Penyebab utamanya adalah lonjakan permintaan chip untuk pembangunan teknologi Artificial Intelligence (AI). Hal ini membuat produsen chip kesulitan memenuhi kebutuhan pasar dan harga komponen naik.
Beberapa perusahaan besar seperti Apple, Dell, Raspberry Pi, dan HP sudah mulai menaikkan harga produk mereka. Mereka menghadapi dilema antara menanggung biaya tambahan atau menaikkan harga ke konsumen yang berisiko menurunkan permintaan.
Berbagai badan riset seperti IDC dan Counterpoint memprediksi penurunan penjualan smartphone dan PC hingga beberapa persen pada tahun 2026. Konsol game juga diprediksi mengalami penurunan penjualan akibat kenaikan harga komponen dan produk.
Di Indonesia, kenaikan harga perangkat mulai terasa sejak awal tahun 2026, terutama pada ponsel dengan harga Rp 1-2 juta. Pabrikan seperti vivo dan Asus sudah menetapkan penyesuaian harga akibat faktor biaya komponen dan rantai pasok global yang tidak stabil.
Kenaikan harga chip memori DDR5 juga mengakibatkan harga memori yang mahal di pasaran, hingga mencapai jutaan rupiah. Kondisi ini diperkirakan akan terus menekan penjualan gadget dan laptop, khususnya segmen menengah ke bawah, karena konsumen harus menyesuaikan budget yang terbatas.
Analisis Ahli
Jacob Bourne
Produsen mungkin menyerap sebagian biaya, tapi skala kekurangan chip memori tetap menyebabkan kenaikan harga yang signifikan dan melemahkan penjualan perangkat konsumen tahun 2026.Lip-Bu Tan
Produsen besar mendapatkan lebih banyak pasokan chip dibanding bisnis kecil, sehingga perusahaan kecil akan kesulitan menyelesaikan produk mereka.
