AI summary
Deep Fission telah memulai konstruksi proyek reaktor modular kecil yang inovatif. Desain reaktor Gravity mengurangi biaya konstruksi hingga 80 persen dibandingkan dengan pembangkit listrik nuklir tradisional. Proyek ini mendukung pengembangan energi berkelanjutan dan efisien melalui pemanfaatan geologi alami. Deep Fission menggagas proyek reaktor nuklir modular bernama Gravity yang beroperasi satu mil di bawah tanah di Parsons, Kansas. Pengeboran sumur pertama dengan kedalaman 6.000 kaki telah dimulai untuk mengumpulkan data geologi dan termal yang diperlukan. Ini menandai pergeseran dari konsep ke tahap konstruksi nyata untuk inovasi nuklir ini.Reaktor Gravity memanfaatkan tekanan air alami di kedalaman dan batuan sekitar sebagai pengganti struktur tekanan dan perisai tradisional. Perusahaan telah menjalin kerjasama dengan Urenco USA untuk pasokan bahan bakar uranium rendah dan memperoleh dana sebesar 80 juta dolar AS untuk pengembangan sistem. Konsep ini memungkinkan skala produksi besar dengan jejak lahan yang jauh lebih kecil dibanding reaktor konvensional.Proyek ini didukung oleh program DOE untuk mewujudkan reaktor canggih dapat beroperasi penuh pada Juli 2026. Estimasi menurunkan biaya konstruksi 70-80 persen berpotensi merevolusi industri pembangkit listrik nuklir. Tahapan pengeboran ini penting untuk mendukung desain rekayasa final dan proses perizinan menjelang komersialisasi.
Desain reaktor modul kecil yang dipasang di kedalaman satu mil ini merupakan terobosan signifikan dalam teknologi nuklir, mengatasi banyak risiko tradisional yang terkait dengan penanganan dan kontaminasi. Namun, tantangan besar tetap ada dalam hal regulasi dan kepercayaan publik yang harus dihadapi untuk penerimaan luas teknologi ini.