Stablecoin: Dari Alat Perdagangan Kripto Jadi Tulang Punggung Keuangan Global
Finansial
Mata Uang Kripto
10 Mar 2026
217 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Stablecoin semakin berperan sebagai infrastruktur keuangan global.
Regulasi yang berkembang mendukung adopsi stablecoin di sektor keuangan tradisional.
Pemain utama seperti Tether dan Circle memimpin pasar stablecoin dengan adopsi yang meningkat dalam pembayaran dan transfer.
Stablecoin yang awalnya digunakan untuk trading kripto kini mulai diperluas pemakaiannya untuk pembayaran, remitansi, dan tokenisasi aset. Macquarie memperkirakan kapitalisasi pasar stablecoin utama akan mencapai 312 miliar dolar AS pada Maret 2026, naik 50% dari tahun sebelumnya. Ini menandakan stablecoin semakin menjadi alat ekonomi nyata yang menghubungkan keuangan tradisional dan desentralisasi.
Mayoritas volume stablecoin masih didominasi oleh Tether (USDT) dan Circle (USDC) dengan 90% berasal dari aktivitas perdagangan kripto. Namun, regulasi baru seperti GENIUS Act, MiCA, serta kerangka di Asia-Pasifik mulai mendorong penggunaan stablecoin sebagai alat penyelesaian transaksi institusional. Selain itu, Visa dan Mastercard sudah mendukung penyelesaian transaksi onchain menggunakan USDC.
Banyak bank besar seperti JPMorgan, Citi, dan HSBC telah melakukan pilot tokenized deposit berbasis blockchain yang menunjukkan tren adopsi teknologi ini oleh institusi keuangan konvensional. Volume transfer stablecoin diperkirakan mencapai 11 triliun dolar AS pada 2025. Hal ini membuka peluang pasar yang besar terutama dalam pembayaran lintas negara dan operasi treasury, walaupun adopsi massal masih dalam tahap berkembang.
Analisis Ahli
Paul Golding
Adopsi stablecoin terus berkembang dari perdagangan kripto ke aplikasi riil seperti pembayaran lintas negara, menunjukkan peluang pasar besar namun masih ada ruang peningkatan terutama di sektor pembayaran.