YouTube Luncurkan Teknologi Deteksi AI untuk Lindungi Wajah dan Suara Kreator
Teknologi
Kecerdasan Buatan
21 Okt 2025
98 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
YouTube telah meluncurkan teknologi deteksi likeness untuk melindungi kreator dari penyalahgunaan AI.
Kreator dapat meminta penghapusan konten yang menggunakan likeness mereka melalui proses verifikasi identitas.
YouTube mendukung legislasi NO FAKES Act untuk mengatasi masalah konten berbahaya yang dihasilkan oleh AI.
YouTube baru-baru ini mengumumkan peluncuran teknologi baru yang dapat mendeteksi penggunaan AI yang meniru wajah dan suara para kreator. Teknologi ini diberlakukan untuk pengguna Program Mitra YouTube dan bertujuan agar para kreator dapat melindungi identitas serta konten mereka dari penyalahgunaan oleh pihak lain.
Teknologi ini mampu mengenali konten AI yang memalsukan kemiripan fisik atau suara kreator, sehingga mampu membantu mengatasi masalah pemalsuan yang selama ini sering merugikan kreator, seperti menggunakan suara tanpa izin untuk promosi produk. YouTube menyediakan cara bagi kreator untuk meminta penghapusan video tersebut.
Untuk dapat menggunakan teknologi ini, kreator harus melalui proses verifikasi yang melibatkan pengambilan foto KTP dan video selfie. Proses ini dimulai dengan memindai kode QR yang muncul di layar dan mengikuti instruksi yang diberikan agar data bisa diproses dengan aman oleh YouTube.
Setelah mendapatkan akses, kreator bisa melihat daftar video yang terdeteksi menggunakan kemiripan mereka dan memilih apakah akan mengajukan permintaan penghapusan atau mengarsipkannya. Kreator juga bisa berhenti menggunakan layanan ini kapan saja, dan YouTube akan menghentikan pemindaian setelah 24 jam.
YouTube juga mendukung legislasi seperti NO FAKES Act yang bertujuan melindungi individu dari pembajakan identitas digital menggunakan teknologi AI. Ini menjadi langkah nyata yang diambil platform digital dalam memerangi konten palsu dan menjaga kepercayaan pengguna.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Pengembangan teknologi deteksi kemiripan ini mencerminkan evolusi penting dalam pengendalian dampak AI, namun tantangannya terletak pada kecepatan adaptasi dan akurasi dalam skenario dunia nyata.Kate Crawford
Isu etika penggunaan AI seperti deteksi kemiripan sangat krusial; teknologi ini harus diimbangi dengan kebijakan yang kuat untuk melindungi hak individu dan mencegah pelanggaran privasi.