Kontroversi Kalshi dan Persaingan Sengit di Pasar Prediksi Taruhan Digital
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
10 Mar 2026
64 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kalshi menghadapi masalah hukum yang serius terkait dengan taruhan pada peristiwa kematian Khamenei.
Ada peningkatan signifikan dalam partisipasi wanita di platform Kalshi.
Persaingan antara Kalshi dan Polymarket semakin ketat di industri pasar prediksi.
Kalshi menghadapi gugatan class action karena gagal membayar taruhan terkait kematian Ayatollah Ali Khamenei tepat waktu. Meskipun Khamenei telah meninggal akibat serangan, Kalshi baru mengimplementasi 'death carveout' setelah kejadian tersebut.
Seiring gugatan itu, Kalshi berhasil menggandakan persentase pengguna wanita dari 13% menjadi 26% dalam sepuluh bulan, berkat fokus mereka pada kebutuhan dan keahlian wanita dalam pasar keuangan yang biasanya diabaikan. CEO Kalshi, Luana Lopes Lara, menegaskan perubahan strategi ini sebagai upaya pertumbuhan platform.
Persaingan antara Kalshi dan Polymarket semakin panas hingga CEO mereka saling menghindar menyebut nama platform pesaing. Di sisi lain, DraftKings meluncurkan aplikasi super baru untuk bersaing di pasar yang sama, sementara Churchill Downs memperketat regulasi terkait taruhan pacuan kuda agar tetap sesuai hukum.
Analisis Ahli
Luana Lopes Lara
Menekankan pentingnya mendesain produk yang menarik bagi wanita dan mengisi celah di pasar yang kurang diperhatikan oleh keuangan tradisional.Bill Carstanjen
Mengingatkan risiko hukum di sektor taruhan dan pentingnya regulasi agar pasar taruhan pacuan kuda tetap berada di bawah kontrol asosiasi resmi.