AI summary
Rudal hipersonik dapat menembus sistem pertahanan yang ada, termasuk THAAD. Sistem pertahanan Israel memiliki berbagai lapisan, tetapi tidak ada yang 100% efektif. Kecepatan dan kemampuan manuver rudal hipersonik menambah kompleksitas dalam intersepsi oleh sistem pertahanan. Iran mengklaim bahwa rudal dan drone hipersoniknya berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel, termasuk THAAD, dan menyerang target-target penting seperti Kementerian Pertahanan dan Bandara Ben Gurion. Klaim ini dilaporkan pada tanggal 5 Maret dan menggemakan peringatan sebelumnya dari para peneliti China tentang ancaman hipersonik.Hipersonik dapat terbang lebih cepat dari Mach 5 dan melakukan manuver tajam yang membedakannya dari rudal balistik tradisional. Sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome dan Patriot memiliki tingkat keberhasilan yang tidak sempurna dan tidak dirancang untuk menghadapi ancaman ini, terutama dalam fase akhir penerbangan rudal hipersonik.Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang efektivitas pertahanan udara di era modern. Negara-negara dengan sistem pertahanan canggih perlu beradaptasi dengan teknologi baru, karena rudal hipersonik yang tahan terhadap kerusakan parsial dapat mengubah taktik peperangan dan keseimbangan kekuatan global.
Klaim Iran menunjukkan bahwa era baru persenjataan hipersonik benar-benar mengubah paradigma pertahanan udara yang sudah ada, memaksa negara-negara untuk segera berinovasi atau tertinggal. Namun, skeptisisme tetap diperlukan karena klaim semacam ini belum dapat diverifikasi secara independen dan teknologi sistem pertahanan terus berkembang.