TLDR
Iran mengembangkan rudal balistik baru untuk meningkatkan kemampuan serangan mereka. Kheibar Shekan dan Khorramshahr-4 memiliki teknologi canggih yang dapat menguji sistem pertahanan Israel. Keberadaan jumlah rudal yang banyak memberikan keuntungan strategis bagi Iran dalam konflik regional. Pada 2 Maret 2026, IRGC Iran mengklaim menembakkan rudal Khyber ke posisi senior pemerintah dan militer Israel, menandai langkah pengujian pertahanan rudal Israel. Klaim ini memunculkan ketidakjelasan jenis rudal yang digunakan, apakah MRBM bermanuver atau rudal hipersonik.Rudal Kheibar Shekan dianggap sebagai MRBM generasi ketiga dengan kemampuan manuver dan solid-fuel yang meningkatkan mobilitas dan keakuratan, sedangkan Khorramshahr-4 lebih fokus pada payload berat dan kesiapan cepat. Rudal hipersonik seperti Fattah mengandalkan manuver terminal untuk sulit dideteksi dan diintersep.Ketidakpastian jenis rudal menambah tekanan pada sistem pertahanan rudal Israel dan menguji ketangguhan sistem Arrow dan Patriot. Hal ini memperlihatkan strategi Iran untuk memanfaatkan kuantitas, tempat penyimpanan yang sulit dihancurkan, dan teknologi canggih guna menguji serta menekan pertahanan Israel.