
Courtesy of CNBCIndonesia
China Percepat Dominasi Teknologi AI dan Robotika dengan Strategi Open-Source
Mendorong China untuk menguasai teknologi maju seperti AI dan robotika dalam upaya memperkuat ekonomi serta meningkatkan daya saing global, sekaligus bersaing dengan Amerika Serikat di bidang teknologi.
06 Mar 2026, 21.40 WIB
282 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- China berupaya menjadi pemimpin global dalam teknologi melalui kebijakan ambisius.
- AI menjadi fokus utama untuk meningkatkan produktivitas di berbagai sektor.
- Persaingan teknologi antara China dan AS semakin tajam, mendorong inovasi dan pengembangan teknologi baru.
Jakarta, Indonesia - China mengumumkan rencana besar dalam kebijakan lima tahunan untuk mempercepat pengembangan AI, komputasi kuantum, dan robot humanoid. Dokumen tersebut menegaskan AI sebagai pilar utama transformasi ekonomi dan menyebutkan istilah AI lebih dari 50 kali. Ambisi ini menjadi bagian dari persaingan teknologi yang ketat antara China dan Amerika Serikat.
Rencana mencakup penggunaan robot menggantikan tenaga kerja serta pengembangan agen AI yang dapat bekerja dengan sedikit arahan manusia. Pemerintah China menempatkan teknologi sebagai prioritas utama dalam laporan kerja terbaru yang dipimpin oleh Perdana Menteri Li Qiang. Perusahaan lokal seperti DeepSeek menunjukkan kemajuan pesat dalam bidang AI.
China berencana membangun pusat komputasi besar dan mendorong pengembangan ekosistem AI berbasis open-source untuk menjadi keunggulan kompetitif global. Strategi ini diprediksi akan memperkuat posisi China dalam persaingan teknologi dunia dan meningkatkan produktivitas di berbagai sektor ekonomi. Namun, persaingan ketat dengan Amerika Serikat akan terus memicu tantangan geopolitik dan teknologi.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260306171006-37-716790/china-umumkan-rencana-besar-kuasai-dunia-amerika-kalah-telak
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260306171006-37-716790/china-umumkan-rencana-besar-kuasai-dunia-amerika-kalah-telak
Analisis Ahli
Kyle Chan
"Strategi Beijing bertujuan meningkatkan produktivitas dan kinerja di berbagai sektor seperti manufaktur, logistik, pendidikan, dan layanan kesehatan menggunakan AI dan robotika."
Tilly Zhang
"China menjadikan AI open-source sebagai strategi utama yang dapat menjadi keunggulan kompetitif melawan Amerika Serikat."
Analisis Kami
"Strategi agresif China dalam mengembangkan AI dan robotika menunjukkan ambisi besar negara tersebut untuk menguasai teknologi masa depan dan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Namun, upaya ini juga dapat memicu eskalasi persaingan teknologi yang berdampak pada geopolitik serta pasar global teknologi."
Prediksi Kami
China kemungkinan akan menjadi pemimpin global dalam bidang kecerdasan buatan dan robotika dalam beberapa tahun ke depan, memperkuat posisi ekonominya dan memperketat persaingan teknologi dengan Amerika Serikat.



