Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bitcoin Turun Akibat Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Melonjak Tajam

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
03 Mar 2026
274 dibaca
1 menit
Bitcoin Turun Akibat Konflik Timur Tengah, Harga Minyak Melonjak Tajam

AI summary

Ketegangan di Timur Tengah berdampak signifikan pada pasar cryptocurrency dan harga minyak.
Investor cenderung mencari aset aman seperti dolar AS saat ketidakpastian geopolitik meningkat.
Ada harapan untuk pemulihan harga Bitcoin meskipun ada likuidasi besar-besaran yang terjadi.
Konflik yang memburuk di Timur Tengah menyebabkan penurunan harga Bitcoin hingga di bawah 67.000 dolar. Ancaman Iran menutup Selat Hormuz dan serangan-serangan regional memicu ketakutan di pasar energi dan keuangan.Harga minyak Brent naik lebih dari 13% dalam lima hari, biaya pengiriman minyak memecahkan rekor, sementara dolar AS dan obligasi pemerintah mendapatkan permintaan tinggi. Bitcoin juga sempat turun tajam setelah serangan AS terhadap Iran pekan lalu.Pasar keuangan sedang dalam kondisi volatile akibat ketidakpastian geopolitik, namun ada indikasi dari pasar opsi bahwa investor bersiap menghadapi rebound harga Bitcoin di periode mendatang setelah fase sell-off.

Experts Analysis

QCP Capital
Mereka melihat proses deleveraging dan tekanan jual kali ini lebih tertib dibandingkan tahun sebelumnya, dan posisi opsi menunjukkan bahwa pasar sudah mengantisipasi risiko tersebut, membuka kemungkinan harga crypto kembali naik.
Editorial Note
Kenaikan ketegangan di Timur Tengah mendorong capital flight ke aset safe haven, memicu tekanan jual pada aset berisiko termasuk crypto. Namun, potensi rebound Bitcoin tetap ada karena dinamika pasar sudah memperhitungkan risiko perang dan ada indikasi posisi investor yang bersiap pada kenaikan sesudah gelombang awal kepanikan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.