Gerhana Bulan Total 2026: Fenomena Blood Moon Terakhir Sebelum 2028
Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
21 Jan 2026
197 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Gerhana bulan total adalah fenomena langit yang menarik di mana bulan terlihat berwarna merah.
Gerhana bulan total pada Maret 2026 adalah yang terakhir hingga akhir tahun 2028.
Pengamatan gerhana ini sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan lokasi geografis.
Pada tanggal 3 Maret 2026, akan terjadi gerhana bulan total yang sering disebut 'blood moon'. Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga bayangan umbra Bumi menutupi Bulan sepenuhnya. Akibatnya, Bulan terlihat berubah warna menjadi merah selama sekitar 58 menit.
Gerhana bulan ini bisa diamati dengan sangat baik di wilayah barat Amerika Utara, termasuk bagian barat Amerika Serikat dan Kanada. Pengamat di wilayah tersebut akan melihat Bulan berada tinggi di langit pada saat totalitas gerhana berlangsung, sementara di bagian timur pengamat harus mencari cakrawala barat yang terbuka karena Bulan akan terbenam.
Warna merah yang muncul pada Bulan selama gerhana disebabkan oleh cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi. Atmosfer menyaring cahaya biru dan memantulkan cahaya merah ke Bulan, menghasilkan warna yang khas dan dramatis. Warna ini juga dapat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer seperti uap air atau debu vulkanik.
Gerhana bulan total 3 Maret 2026 ini merupakan satu-satunya gerhana bulan total tahun ini dan akan menjadi yang terakhir sampai gerhana berikutnya pada tanggal 31 Desember 2028. Setelah gerhana ini, hanya akan ada gerhana parsial dan penumbral yang kurang dramatis selama beberapa tahun ke depan.
Pengamatan gerhana bulan total aman dilakukan dengan mata telanjang tanpa alat khusus. Bagi mereka yang tinggal di wilayah dengan kondisi langit cerah seperti barat Amerika Serikat, wilayah barat laut Meksiko, dan bagian dalam Australia, ini menjadi kesempatan langka untuk menikmati pertunjukan alam yang memukau ini.
Analisis Ahli
Neil deGrasse Tyson
Gerhana bulan total adalah pengingat menakjubkan bagaimana posisi relatif benda-benda angkasa menghasilkan fenomena yang dapat diamati dengan mudah dari Bumi, menimbulkan rasa kagum sekaligus membuka pintu pendidikan astronomi.Phil Plait
Warna merah pada bulan selama gerhana memberikan bukti langsung fenomena Rayleigh scattering dalam atmosfer Bumi yang juga menjelaskan warna langit di Bumi.

