TLDR
Penemuan fosil baru ini memberikan wawasan berharga tentang perkembangan rhynchosaur. Teknologi pemindaian non-invasif seperti mikro-CT sangat penting dalam penelitian paleontologi modern. Santa Maria Formation merupakan lokasi kunci untuk memahami ekosistem Trias dan evolusi biodiversitas darat. Paleontolog UFSM menemukan fosil bayi Macrocephalosaurus mariensi yang merupakan rhynchosaur terkecil dan termuda dengan tengkorak sepanjang kurang dari 2,5 cm. Fosil ini berasal dari Formasi Santa Maria yang kaya fosil Trias di Brasil selatan, yang dahulu bagian dari Gondwana.Penggunaan teknologi micro-CT scan memungkinkan peneliti memeriksa struktur gigi dan bagian dalam fosil tanpa merusak, menunjukkan gigi yang belum aus menandakan kematian sebelum bayi ini mengonsumsi tanaman keras. Fosil ini adalah rekam perinatal pertama dari subkelompok Hyperodapedontinae dalam keluarga Rhynchosauridae.Temuan penting ini mengisi celah pengetahuan tentang ekosistem Trias dan perkembangan rhynchosaur saat muda. Selain itu, hasil ini menegaskan efektivitas teknik non-invasif untuk studi fosil kecil dan membuka peluang penelitian paleontologi modern lebih lanjut.