
Courtesy of CNBCIndonesia
Layanan Pengantaran Tetap Beroperasi di Tengah Konflik Timur Tengah, Risiko Tinggi Pengemudi
Menjelaskan bagaimana layanan pengantaran online tetap beroperasi di tengah konflik dan ancaman keamanan di Timur Tengah serta dampaknya terhadap para pengemudi dan masyarakat setempat.
04 Mar 2026, 14.10 WIB
67 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Layanan pengantaran tetap beroperasi meskipun ada ancaman keamanan di Uni Emirat Arab.
- Keamanan pengemudi menjadi prioritas utama bagi perusahaan pengantar seperti Careem dan Uber.
- Pengemudi menghadapi risiko dan denda terkait kuota pengiriman di tengah situasi yang tidak stabil.
Uni Emirat Arab - Layanan pengantaran online seperti Careem dan Uber tetap beroperasi meskipun ada ancaman rudal dan drone di Timur Tengah. Perusahaan memastikan layanan tetap terbuka agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan di tengah kondisi sulit. Hal ini menunjukkan pentingnya layanan bagi aktivitas sehari-hari di kawasan konflik.
Careem memberikan panduan keselamatan melalui WhatsApp dan SMS serta tidak memaksa pengemudi untuk bekerja. Uber menegaskan operasi berjalan sesuai rekomendasi pemerintah dengan prioritas keselamatan penumpang dan pengemudi. Namun, agen logistik pihak ketiga di Deliveroo memberlakukan denda bagi pengemudi yang menolak bekerja atau tidak memenuhi kuota pengiriman.
Pengemudi menghadapi risiko keselamatan besar dan tekanan finansial karena pendapatan bergantung pada jumlah pengiriman. Kondisi ini memicu kritik terhadap keputusan perusahaan yang tetap mengoperasikan layanan di situasi berbahaya. Jika dibiarkan, potensi kecelakaan dan kerugian bisa meningkat, menuntut perlindungan lebih dari regulator dan perusahaan.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260304120137-37-715881/nasib-driver-online-tetap-antar-makanan-diancam-rudal
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260304120137-37-715881/nasib-driver-online-tetap-antar-makanan-diancam-rudal
Analisis Ahli
Dr. Irfan Mahmud, Pakar Keselamatan Kerja
"Menjalankan layanan pengantaran di zona konflik tanpa perlindungan memadai adalah keputusan yang sangat berisiko dan dapat mencederai hak-hak dasar pekerja. Perusahaan harus segera menyusun protokol keselamatan yang tegas dan menyeluruh, bahkan jika itu berarti menangguhkan operasi sementara."
Analisis Kami
"Perusahaan layanan pengantaran online seharusnya lebih bertanggung jawab dalam memastikan keselamatan para pengemudi, terutama dalam situasi berbahaya seperti konflik bersenjata. Memberikan panduan dan kebebasan memilih tidak cukup jika ada ancaman denda yang justru memaksa pengemudi mengambil risiko besar hanya demi pendapatan."
Prediksi Kami
Tekanan terhadap pengemudi pengantar online akan meningkat jika konflik berkepanjangan, dengan potensi kerugian fatal dan tuntutan regulasi lebih ketat dari pemerintah terkait keselamatan pekerja di wilayah konflik.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi di Uni Emirat Arab yang mempengaruhi layanan pengantaran?A
Di Uni Emirat Arab terjadi serangan rudal dan drone yang mempengaruhi layanan pengantaran.Q
Bagaimana Careem memastikan keamanan pengemudi di tengah konflik?A
Careem memberikan panduan keselamatan yang terus diperbarui kepada para pengemudi melalui grup WhatsApp dan SMS.Q
Apa yang dilakukan Uber untuk menjaga keselamatan pengemudi dan penumpang?A
Uber memantau situasi secara langsung dan beroperasi sesuai dengan rekomendasi pemerintah.Q
Apa risiko yang dihadapi pengemudi saat bekerja di tengah situasi konflik?A
Pengemudi berisiko terkena puing-puing atau bahaya lain di jalanan dan mungkin harus menghabiskan waktu di luar tanpa pesanan.Q
Bagaimana pengemudi di Deliveroo terpengaruh oleh kuota pengiriman?A
Pengemudi di Deliveroo dapat dikenakan denda jika tidak memenuhi kuota pengiriman harian.



