AI summary
Layanan pengantaran tetap beroperasi meskipun ada ancaman keamanan di Uni Emirat Arab. Keamanan pengemudi menjadi prioritas utama bagi perusahaan pengantar seperti Careem dan Uber. Pengemudi menghadapi risiko dan denda terkait kuota pengiriman di tengah situasi yang tidak stabil. Layanan pengantaran online seperti Careem dan Uber tetap beroperasi meskipun ada ancaman rudal dan drone di Timur Tengah. Perusahaan memastikan layanan tetap terbuka agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan di tengah kondisi sulit. Hal ini menunjukkan pentingnya layanan bagi aktivitas sehari-hari di kawasan konflik.Careem memberikan panduan keselamatan melalui WhatsApp dan SMS serta tidak memaksa pengemudi untuk bekerja. Uber menegaskan operasi berjalan sesuai rekomendasi pemerintah dengan prioritas keselamatan penumpang dan pengemudi. Namun, agen logistik pihak ketiga di Deliveroo memberlakukan denda bagi pengemudi yang menolak bekerja atau tidak memenuhi kuota pengiriman.Pengemudi menghadapi risiko keselamatan besar dan tekanan finansial karena pendapatan bergantung pada jumlah pengiriman. Kondisi ini memicu kritik terhadap keputusan perusahaan yang tetap mengoperasikan layanan di situasi berbahaya. Jika dibiarkan, potensi kecelakaan dan kerugian bisa meningkat, menuntut perlindungan lebih dari regulator dan perusahaan.
Perusahaan layanan pengantaran online seharusnya lebih bertanggung jawab dalam memastikan keselamatan para pengemudi, terutama dalam situasi berbahaya seperti konflik bersenjata. Memberikan panduan dan kebebasan memilih tidak cukup jika ada ancaman denda yang justru memaksa pengemudi mengambil risiko besar hanya demi pendapatan.