AI summary
Fitur otomatis di media sosial dapat merugikan influencer dan pengguna. Meta dan TikTok menguji fitur yang mengubah cara produk dipromosikan di platform mereka. Kepercayaan pengguna terhadap influencer bisa terganggu jika produk yang direkomendasikan tidak sesuai. Media sosial besar seperti Instagram dan TikTok sedang menguji fitur yang secara otomatis menambahkan tautan produk pada konten pengguna tanpa izin kreatornya. Contohnya, influencer Julia Berolzheimer menemukan bahwa postingannya memiliki tombol 'Shop the look' yang mempromosikan produk palsu atau tidak dikenal tanpa persetujuannya.Fitur Instagram dan TikTok memanfaatkan teknologi AI untuk merekomendasikan produk yang mirip dengan yang muncul dalam konten, namun produk tersebut bukan produk asli yang dipromosikan influencer dan seringkali produk tiruan. Meta menyatakan ini adalah uji coba untuk membantu eksplorasi produk, namun ini berpotensi mengganggu pendapatan influencer dan merusak hubungan kepercayaan dengan pengikut.Imbas dari fitur ini adalah perubahan besar dalam ekonomi kreator yang awalnya memberikan kesempatan untuk meraih penghasilan, kini berisiko memotong kontrol kreator atas monetisasi konten mereka. Ini memperlihatkan bahwa media sosial lebih mengutamakan keuntungan dari jual beli produk dan iklan, yang akan memiliki konsekuensi jangka panjang bagi industri influencer dan penggunanya.
Fitur semacam ini menimbulkan dilema serius tentang kepemilikan konten dan kepercayaan dalam ekosistem influencer. Jika platform terus mengambil alih proses monetisasi tanpa transparansi dan kontrol kreator, maka nilai asli dari ekonomi kreator akan terkikis dan keseimbangan kekuatan bergeser ke arah perusahaan media sosial besar.