Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

HYPE dan HyperLiquid: Cara Unik Bertahan dan Untung di Pasar Crypto Turun

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
03 Mar 2026
133 dibaca
2 menit
HYPE dan HyperLiquid: Cara Unik Bertahan dan Untung di Pasar Crypto Turun

AI summary

HYPE menunjukkan kinerja yang positif meskipun pasar kripto dalam kondisi bear.
Model bisnis HyperLiquid berfokus pada monetisasi aktivitas daripada apresiasi harga, yang membuatnya lebih tahan terhadap volatilitas pasar.
Pendiri HyperLiquid, Jeff Yan, memilih untuk menjaga independensi dengan menolak investasi dari modal ventura, yang mencerminkan pendekatan yang berbeda dalam industri kripto.
Token HYPE menunjukkan kenaikan 23,9% tahun ini berbeda jauh dari aset kripto lain yang melemah. Hal ini terjadi karena HyperLiquid, bursa derivatif di balik HYPE, berhasil memonetisasi aktivitas perdagangan melalui perpetual futures dengan leverage yang menguntungkan di kondisi pasar yang volatil dan turun. Model ini memungkinkan HyperLiquid mencatat volume perdagangan yang meningkat bahkan saat pasar crypto sedang lesu.Volume perdagangan HyperLiquid naik dari 169 miliar USD pada Desember menjadi lebih dari 200 miliar USD pada Januari dan Februari, sedangkan pesaing seperti Aster dan Lighter mengalami penurunan drastis. Model bisnis non-kustodial yang mengandalkan on-chain settlement menghindari risiko sentralisasi seperti kegagalan FTX, meningkatkan kepercayaan pengguna. Penambahan pasar sintetis untuk aset tradisional dan inovasi seperti trading akhir pekan memikat lebih banyak pengguna ritel.Meskipun menghadapi kontroversi seperti insiden token JELLY yang memicu kerugian besar dan perubahan tata kelola, HyperLiquid berhasil memperbaiki mekanisme dan meningkatkan total nilai terkunci (TVL) menjadi 380 juta USD dengan APR 6,93%. Dengan pertumbuhan pendapatan protokol hampir 100% di Q3 2025 dan situasi kompetitor yang melemah, HyperLiquid berpotensi menjadi pemain utama dalam pasar crypto bearish, meski tetap harus menghadapi risiko regulasi dan tata kelola.

Experts Analysis

Jan Philipp Fritsche
Mendeskripsikan insiden JELLY sebagai risiko ekonomi (unpriced vega risk) yang menyoroti pentingnya desain ekonomi protokol yang kuat dan menghindari eksposur volatilitas berlebih.
Jeff Yan
Mendukung independensi HyperLiquid dengan menolak investasi VC, menegaskan fokus pada inovasi dan keberlanjutan jangka panjang tanpa tekanan eksternal.
Editorial Note
Model bisnis HyperLiquid yang mengutamakan monetisasi aktivitas dan volatilitas adalah inovasi kunci yang memungkinkan bertahan dalam pasar bearish, berbeda dengan fokus tradisional pada apresiasi aset. Pendekatan non-kustodial dan tata kelola berbasis on-chain merupakan langkah penting yang menaikkan kepercayaan pengguna di era pasca-FTX.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.