Kelangkaan Chip Global Picu Harga Smartphone Melonjak dan Penjualan Turun Tajam
Teknologi
Gadgets dan Wearable
02 Mar 2026
272 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Kelangkaan chip global akan mempengaruhi harga dan penjualan smartphone secara signifikan.
Dampak dari krisis chip kemungkinan akan bersifat permanen bagi produsen kecil.
Perusahaan besar seperti Samsung dan Apple mungkin dapat mengambil keuntungan dari situasi ini.
Kelangkaan chip akibat lonjakan permintaan dari sektor AI dan pusat data menyebabkan gangguan besar dalam pasokan chip memori untuk produk elektronik konsumen, khususnya smartphone. International Data Corporation (IDC) menyatakan bahwa ini bukan tekanan sementara, melainkan guncangan seperti tsunami di rantai pasokan yang berimbas di banyak industri.
IDC memprediksi harga rata-rata smartphone akan naik 14% menjadi Rp 8.73 juta (US$523) atau sekitar Rp 8,7 juta pada 2026 sementara penjualan smartphone diperkirakan turun 12,9% menjadi 1,12 miliar unit, jumlah terendah dalam lebih dari 10 tahun. Produsen kecil yang menggunakan OS Android terutama yang akan terdampak, sedangkan Samsung dan Apple bisa menghindari efek negatif tersebut.
Situasi ini menunjukkan pasar smartphone dan semikonduktor tidak akan kembali normal dalam waktu dekat dan kemungkinan besar berdampak permanen. Harga tinggi dan pasokan yang terbatas diperkirakan akan terus berlangsung, memaksa produsen untuk beradaptasi dan memberi kesempatan bagi perusahaan besar menguasai pangsa pasar lebih luas.
Analisis Ahli
Fransisco Jeronimo
Fenomena ini adalah guncangan besar yang menyebar ke seluruh industri elektronik konsumen, bukan hanya tekanan sementara.Nabila Popal
Situasi pasar tidak akan kembali normal dan berdampak permanen terutama bagi para penjual dan konsumen kecil.

