Review Kritis Highguard: Kenapa Game Ini Susah Bertahan Di Hari Pertama?
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
27 Jan 2026
263 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Highguard menghadapi banyak kritik terkait performa dan desainnya.
Mode 3v3 dan sistem loot yang ada tidak memberikan pengalaman bermain yang memuaskan.
Penting untuk memiliki komunikasi tim yang baik untuk berhasil dalam permainan ini.
Highguard adalah game yang mendapatkan debut besar pada sebuah acara populer, namun peluncurannya malah terkesan mendadak dan minim promosi. Setelah dicoba lebih lama daripada event preview, ada beberapa masalah serius yang membuat game ini sulit untuk dinikmati secara penuh.
Salah satu masalah utama adalah optimasi yang buruk, yang membuat game sering berjalan tidak lancar dan tampilannya kabur. Ini menjadi keluhan umum di kalangan pemain PC dan memengaruhi pengalaman bermain secara keseluruhan.
Mode utama 3v3 terasa kurang pas pada peta yang sangat luas karena terasa kosong dan tidak seru tanpa adanya musuh NPC. Kebanyakan pertempuran justru terjadi di dalam basis yang membuat gameplay jadi monoton seperti mode Defuse pada game shooter standar.
Sistem loot dengan berbagai tingkat kelangkaan senjata menjadi tidak berarti karena di setiap ronde semua pemain mendapatkan barang dengan kelangkaan yang sama, sehingga proses upgrade perlengkapan hanya membuang waktu dan mengurangi tempo permainan.
Game ini juga sangat mengandalkan tim yang sudah terorganisir dengan komunikasi intens, sehingga bagi pemain solo menjadi sulit mengikuti strategi. Secara estetika, game ini juga kurang punya identitas visual yang kuat, sehingga hadir terkesan tidak fokus dan susah diterima bagi semua kalangan.


