Robot AI Baru Kembangkan Daur Ulang Pakaian Pintar yang Ramah Lingkungan
Courtesy of InterestingEngineering

Robot AI Baru Kembangkan Daur Ulang Pakaian Pintar yang Ramah Lingkungan

Mengembangkan sistem robotik bertenaga AI untuk mendaur ulang smart textiles secara otomatis, meningkatkan keberlanjutan dan efisiensi proses daur ulang, serta merancang tekstil pintar yang mudah didaur ulang sejak awal produksi.

27 Feb 2026, 02.06 WIB
276 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Proyek ReSiST-AR bertujuan untuk mengotomatiskan daur ulang tekstil pintar demi keberlanjutan.
  • Teknologi baru seperti kamera multispektral dan sensor 3D diperlukan untuk mengidentifikasi dan memilah tekstil.
  • Kerjasama antara universitas dan perusahaan lokal sangat penting untuk mencapai tujuan proyek ini.
Osnabrück, Jerman - Para peneliti di Jerman meluncurkan proyek baru bernama ReSiST-AR untuk mengembangkan sistem robotik yang menggunakan AI guna mendaur ulang smart textiles, yakni kain dengan komponen elektronik. Smart textiles seperti jaket yang menyala sendiri dan sepatu dengan pelacak kesehatan mulai populer, tapi proses daur ulangnya masih terbatas dan sering dilakukan manual.
Proyek ini didanai hampir 500,000 USD dari dana Eropa dan negara bagian Lower Saxony, bertujuan mengotomatisasi proses penyortiran kain pintar. Robot akan menggunakan kamera multispectral dan sensor 3D untuk mengenali bahan kain dan komponen elektronik sehingga dapat memisahkan dan mendaur ulangnya dengan cara yang lebih efisien.
Tantangan utama yang dihadapi adalah karakteristik kain yang lembut dan sering bertumpuk, berbeda dengan benda padat yang biasa dihadapi robot. Karena tekstil sering kusut dan berlapis, robot dan AI harus 'dilatih' agar dapat mengenali dan memetik kain pintar dari tumpukan pakaian dengan akurat.
Selain pengembangan robot, tim juga meneliti bagaimana merancang smart textiles agar bisa didaur ulang dengan mudah tanpa mengorbankan fungsi dan daya tahan. Ini melibatkan analisis berbagai metode produksi seperti bordir elektronik dan komponen yang dapat dilepas supaya mengoptimalkan keberlanjutan produk.
Universitas Osnabrück bekerjasama dengan beberapa perusahaan lokal seperti Moduco dan WKS Textilveredlungs untuk menguji coba sistem ini secara nyata. Harapannya, teknologi ini bisa membuka cara baru dalam mendaur ulang pakaian pintar secara lokal dan mengurangi pengiriman pakaian bekas ke luar negeri.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/ai-robotics/german-scientists-ai-robots-smart-clothing

Analisis Ahli

Steffen Greiser
"Otomatisasi dalam penyortiran tekstil dapat mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual yang tidak efisien dan tidak sehat, serta mempercepat sistem daur ulang lokal."
Jens Schäfer
"Pengembangan pedoman desain smart textiles yang bisa didaur ulang sangat penting agar produk tidak hanya fungsional tapi juga ramah lingkungan, mendukung keberlanjutan industri tekstil pintar."

Analisis Kami

"Inisiatif ini adalah langkah penting menuju ekonomi sirkular di sektor tekstil pintar yang masih jarang disentuh teknologi robotik dan AI. Namun, tantangan teknis dalam pengenalan bahan lunak dan keberagaman produk harus terus diatasi untuk memastikan solusi yang efektif dan ekonomis di masa depan."

Prediksi Kami

Dalam beberapa tahun ke depan, teknologi robotik daur ulang smart textiles akan semakin berkembang dan diadopsi secara luas, mengurangi limbah tekstil elektronik dan meningkatkan keberlanjutan industri fesyen serta otomotif.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu proyek ReSiST-AR?
A
Proyek ReSiST-AR adalah inisiatif untuk mengembangkan sistem robotik yang dapat mendaur ulang tekstil pintar.
Q
Siapa yang memimpin penelitian ini di Universitas Osnabrück?
A
Steffen Greiser adalah peneliti yang memimpin proyek ini di Universitas Osnabrück.
Q
Apa tujuan dari sistem robotik yang sedang dikembangkan?
A
Tujuan dari sistem robotik ini adalah untuk mengotomatiskan pengurutan tekstil dan mengidentifikasi tekstil pintar untuk pemisahan.
Q
Mengapa daur ulang tekstil pintar menjadi tantangan?
A
Daur ulang tekstil pintar menjadi tantangan karena tekstil yang lembut dan berbeda dalam material, warna, dan struktur.
Q
Siapa saja mitra yang terlibat dalam proyek ini?
A
Mitra yang terlibat dalam proyek ini termasuk perusahaan robotika Moduco dan spesialis tekstil WKS Textilveredlungs.