
Courtesy of TechCrunch
Mappa: AI Suara untuk Pilih Karyawan yang Tepat dan Cocok di Tempat Kerja
Artikel ini bertujuan untuk memperkenalkan Mappa, sebuah platform kecerdasan perilaku yang menggunakan teknologi AI suara untuk membantu proses perekrutan dengan menilai kompatibilitas kandidat berdasarkan pola bicara, guna meningkatkan kualitas keputusan perekrutan dan mengurangi kesalahan dalam memilih karyawan.
26 Feb 2026, 20.02 WIB
116 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Perekrutan yang sukses membutuhkan lebih dari sekedar pengalaman dan keterampilan yang terlihat di atas kertas.
- Kompatibilitas antara kandidat dan lingkungan kerja sangat penting untuk kesuksesan tim.
- Tim yang beragam dapat memberikan perspektif yang lebih baik dalam pengembangan teknologi dan solusi.
Sarah Lucena pernah merasa frustrasi dalam proses mengembangkan tim pemasaran karena sering merasa salah memilih kandidat yang meski kelihatan bagus di atas kertas, ternyata kurang cocok di pekerjaan nyata. Hal ini membuatnya mencari metode baru yang lebih efektif untuk mengidentifikasi calon karyawan yang bisa sukses di timnya.
Dari pengalaman tersebut, Lucena berhasil mengembangkan Mappa, sebuah platform kecerdasan perilaku yang menggunakan teknologi AI suara untuk menganalisis pola bicara dan biomarker guna memahami karakter dan kecocokan perilaku seseorang dengan lebih cepat, hanya dalam waktu kurang dari 60 detik.
Mappa didukung oleh tim yang seluruhnya dari komunitas Latinx, yang memahami secara mendalam bagaimana bias dan prasangka seringkali menghambat peluang mereka dalam dunia kerja dan teknologi. Hal ini memberi semangat lebih dalam membangun solusi inovatif yang inklusif.
Platform ini mengajarkan bahwa tidak ada sifat manusia yang sepenuhnya baik atau buruk, melainkan tergantung pada kecocokan antara individu dengan lingkungan dan tugas yang diberikan. Jadi, perekrutan harus mempertimbangkan kompatibilitas ini untuk hasil terbaik.
Nasihat utama dari Lucena untuk para pendiri startup yang sedang merekrut adalah jangan terburu-buru, pastikan kecocokan karakter dan tim sejak awal agar proses perekrutan lebih efektif dan tidak perlu sering merekrut ulang.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/26/how-to-avoid-bad-hires-in-early-stage-startups/
[1] https://techcrunch.com/2026/02/26/how-to-avoid-bad-hires-in-early-stage-startups/
Analisis Ahli
Adam Grant
"Memahami kompatibilitas karyawan berdasarkan perilaku merupakan pendekatan yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan bahagia, yang selama ini kurang diperhatikan dalam perekrutan tradisional."
Analisis Kami
"Penggunaan AI suara untuk menganalisis perilaku merupakan inovasi penting yang bisa mengatasi salah seleksi dalam perekrutan tradisional yang sering mengandalkan data konvensional. Meski efektif, tetap diperlukan pengawasan etis dan transparansi agar teknologi ini tidak memperkuat bias baru dalam evaluasi kandidat."
Prediksi Kami
Teknologi AI berbasis suara seperti Mappa akan semakin diterima dan digunakan luas dalam proses perekrutan, membawa transformasi dalam cara perusahaan memilih karyawan yang tidak hanya berdasarkan kualifikasi tradisional, tapi juga kecocokan budaya dan perilaku.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa itu Mappa?A
Mappa adalah platform intelijen perilaku yang menggunakan AI suara untuk mendekode perilaku manusia.Q
Siapa pendiri Mappa?A
Pendiri Mappa adalah Sarah Lucena.Q
Bagaimana Mappa membantu dalam proses perekrutan?A
Mappa membantu dalam proses perekrutan dengan menganalisis pola bicara kandidat untuk menentukan kompatibilitas mereka dengan lingkungan kerja.Q
Apa yang menjadi motivasi Sarah Lucena untuk mendirikan Mappa?A
Motivasi Sarah Lucena untuk mendirikan Mappa berasal dari frustrasinya saat melakukan perekrutan dan merasa telah melakukan kesalahan dalam memilih kandidat.Q
Apa saran terbaik dari Lucena untuk para pendiri awal yang melakukan perekrutan?A
Saran terbaik dari Lucena adalah untuk meluangkan waktu dan memastikan bahwa kompatibilitas ada sejak awal untuk menghindari masalah dalam perekrutan.


