Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Bocoran Meta Quest 4: Headset VR Lebih Ringan Tapi Masa Depannya Tak Jelas

Teknologi
Gadgets dan Wearable
gadgets-and-wearable (1mo ago) gadgets-and-wearable (1mo ago)
26 Feb 2026
86 dibaca
2 menit
Bocoran Meta Quest 4: Headset VR Lebih Ringan Tapi Masa Depannya Tak Jelas

Rangkuman 15 Detik

Meta Quest 4 akan memiliki desain yang lebih ringkas dengan fitur pelacakan mata.
Perkembangan headset baru ini mungkin terhambat oleh perubahan dalam Reality Labs Meta.
Pergeseran teknologi ke micro OLED dapat meningkatkan kualitas gambar, tetapi juga menimbulkan tantangan harga.
Meta sedang mengembangkan headset VR terbaru yang kemungkinan adalah Meta Quest 4. Data miner bernama Luna dan Samulis berhasil menemukan bocoran desain headset ini dari firmware Meta, meskipun hanya berupa gambar beresolusi rendah dan sketsa garis sederhana. Desain headset ini sangat berbeda dari Meta Quest 3. Perangkat yang bocor menunjukkan headset ini jelas perangkat VR, bukan kacamata pintar, dan memiliki fitur pelacakan mata (eye tracking) yang sebelumnya ada di Meta Quest Pro namun tidak di Quest 3. Salah satu perubahan signifikan adalah ukuran dan berat yang lebih kecil. Hal ini bisa terjadi karena komponen seperti prosesor dan baterai ditempatkan di sebuah komponen terpisah, bukan langsung di headset seperti sebelumnya. Namun, bagian belakang headset dan cara perangkat dilekatkan ke kepala pemakai masih belum jelas. Selain itu, kemungkinan ada peningkatan tampilan visual dengan penggunaan teknologi layar micro OLED, yang dapat memberikan resolusi dan kualitas gambar lebih baik dari layar LCD pada Quest 3. Meski teknologi ini mahal dan belum umum di headset terjangkau, Meta tampaknya mempertimbangkan penggunaannya. Namun, pengembangan headset ini menjadi tidak pasti karena Meta Reality Labs mengalami pemangkasan staf dan penutupan studio, serta pergeseran fokus ke produk mobile dan pengurangan ambisi VR, seperti yang diungkap oleh CTO Meta, Andrew Bosworth.

Analisis Ahli

Andrew Bosworth
Kami akan membiarkan VR menjadi apa adanya, menandakan pendekatan yang lebih realistis dan tidak terlalu ambisius terhadap teknologi VR ke depan.