
Courtesy of CNBCIndonesia
Klaim AI Bisa Selamatkan Iklim Dipertanyakan, Benarkah Itu Greenwashing?
Mengkritisi klaim perusahaan teknologi mengenai manfaat AI untuk pengurangan emisi gas rumah kaca dan memberikan peringatan bahwa dampak lingkungan AI, terutama AI generatif, justru bisa memperparah krisis iklim jika tidak diikuti dengan bukti ilmiah yang kuat.
19 Feb 2026, 20.50 WIB
137 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Banyak klaim perusahaan tentang manfaat iklim dari kecerdasan buatan tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.
- Konsumsi energi pusat data yang meningkat akibat AI dapat menyebabkan lonjakan emisi gas rumah kaca.
- Penting untuk mengevaluasi klaim teknologi baru secara kritis untuk menghindari praktik greenwashing.
Jakarta, Indonesia - Perusahaan teknologi besar seperti Google dan Microsoft mengklaim teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat membantu mengatasi perubahan iklim. Namun, sebuah laporan terbaru dari beberapa organisasi lingkungan memperingatkan bahwa klaim tersebut minim didukung bukti ilmiah dan berpotensi menjadi praktik greenwashing.
Laporan ini menganalisis 154 pernyataan dari perusahaan teknologi dan menemukan bahwa banyak klaim manfaat iklim berasal dari AI tradisional yang lebih hemat energi, bukan dari AI generatif yang saat ini banyak digunakan dan membutuhkan energi sangat besar.
Banyak dari klaim perusahaan teknologi tidak didukung penelitian akademik yang terpercaya, bahkan ada yang hanya mengutip publikasi internal atau sumber non-peer review. Contohnya, klaim bahwa AI bisa mengurangi emisi gas rumah kaca global sebesar 5% hingga 10% pada 2030 ternyata hanya berasal dari blog firma konsultan tanpa data kuat.
Sementara itu, International Energy Agency dan Bloomberg memperkirakan konsumsi energi pusat data akan terus meningkat, yang berpotensi menaikkan emisi listrik global hingga 10% dalam satu dekade. Hal ini berarti, ekspansi fasilitas AI generatif justru bisa memperburuk perubahan iklim.
Para ahli lingkungan menegaskan pentingnya transparansi dan bukti ilmiah sebelum mempercayai manfaat iklim AI. Mereka juga mengingatkan risiko besar dari ekspansi pusat data yang haus energi dan air serta dampaknya terhadap industri bahan bakar fosil dan pemanasan global.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219152055-37-712180/tanda-kiamat-makin-dekat-orang-orang-kaya-malah-bilang-begini
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260219152055-37-712180/tanda-kiamat-makin-dekat-orang-orang-kaya-malah-bilang-begini
Analisis Ahli
Jill McArdle
"Tidak ada bukti bahwa AI akan membantu iklim lebih besar daripada merusaknya, sehingga klaim tanpa dasar tidak boleh dijadikan harapan utama dalam penanganan perubahan iklim."
Analisis Kami
"Klaim AI sebagai solusi iklim sering kali dilebih-lebihkan tanpa bukti kuat, yang dapat menyesatkan publik dan pembuat kebijakan. Fokus harus dialihkan ke pengembangan AI yang lebih ramah lingkungan sambil mengawasi dampak buruk dari pusat data besar yang kini tumbuh pesat."
Prediksi Kami
Konsumsi energi dan emisi akibat AI generatif dan ekspansi pusat data akan terus meningkat drastis di masa depan, memperburuk perubahan iklim jika tidak ada regulasi dan inovasi efisiensi energi yang serius.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dikritik dalam laporan terbaru mengenai kecerdasan buatan?A
Laporan terbaru mengkritik klaim bahwa kecerdasan buatan akan menjadi solusi perubahan iklim, menganggapnya sebagai praktik greenwashing.Q
Apa yang ditemukan dalam analisis klaim perusahaan teknologi tentang manfaat iklim dari AI?A
Analisis menemukan bahwa sebagian besar klaim perusahaan tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat dan banyak yang merujuk pada AI tradisional dibandingkan AI generatif.Q
Mengapa klaim bahwa AI dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dianggap meragukan?A
Klaim bahwa AI dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dianggap meragukan karena hanya 26% dari klaim tersebut didukung oleh makalah akademik terpublikasi.Q
Apa proyeksi konsumsi energi pusat data oleh International Energy Agency?A
International Energy Agency memproyeksikan bahwa konsumsi energi pusat data akan berlipat ganda pada tahun 2030 akibat penggunaan AI.Q
Apa yang dikatakan laporan tentang AI generatif dan dampaknya terhadap lingkungan?A
Laporan menunjukkan bahwa AI generatif tidak terbukti menghasilkan pengurangan emisi yang signifikan dan justru menyedot sumber daya energi dan air.



