US Air Force Uji Coba Drone Tempur dengan Perangkat Lunak Misi Modular
Courtesy of InterestingEngineering

US Air Force Uji Coba Drone Tempur dengan Perangkat Lunak Misi Modular

Demonstrasi dan pengembangan kemampuan pesawat tempur drone dengan perangkat lunak misi yang dapat diubah secara langsung saat penerbangan, mendukung konsep modularitas perangkat lunak otonomi agar pembaruan atau penggantian software dapat dilakukan cepat dan tanpa gangguan, sehingga mempercepat penerapan teknologi autonomous wingmen dalam operasi militer masa depan.

26 Feb 2026, 07.13 WIB
110 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pengujian YFQ-44A menunjukkan kemajuan dalam teknologi drone otonom dengan kemampuan untuk beralih perangkat lunak secara real-time.
  • Program CCA bertujuan untuk mempercepat pembaruan perangkat lunak misi tanpa memengaruhi keselamatan penerbangan.
  • Perbedaan antara otonomi misi dan otonomi penerbangan sangat penting untuk memahami cara kerja sistem drone dalam misi tempur.
Amerika Serikat - Angkatan Udara Amerika Serikat melakukan uji penerbangan pesawat drone tempur YFQ-44A yang dapat mengganti perangkat lunak misi secara langsung saat terbang. Demonstrasi ini menunjukkan bahwa software misi seperti sebuah aplikasi dapat dipasang atau diganti tanpa harus mendarat, meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasi.
Perangkat lunak misi pertama yang diuji menggunakan sistem Hivemind dari Shield AI untuk menjalankan sejumlah tugas uji yang telah ditentukan. Setelah itu, tanpa mendarat, secara mulus pesawat beralih dan menggunakan perangkat lunak Lattice for Mission Autonomy dari Anduril untuk menjalankan tes serupa.
Perbedaan penting dalam teknologi ini adalah antara perangkat lunak flight autonomy yang memastikan keselamatan dan penerbangan pesawat, serta mission autonomy yang mengatur pelaksanaan misi tempur kompleks. Arsitektur referensi Autonomy-Government Reference Architecture (GRA) memastikan sistem ini bekerja dengan aman dan dapat diintegrasikan secara modular.
Kolonel Timothy Helfrich menyatakan bahwa infrastruktur perangkat lunak ini memungkinkan perbaikan dan pembaruan yang cepat dengan integrasi lebih erat bersama operator. Ini membuka peluang untuk pengembangan berkelanjutan tanpa harus mengubah pesawat secara fisik.
Air Force berencana mengambil keputusan produksi untuk program Increment 1 CCA pada tahun 2026. Dengan kemajuan ini, masa depan pasukan drone tempur otonom yang dapat bekerja bersama pilot manusia semakin nyata dan diperkirakan akan meningkatkan kemampuan tempur secara signifikan.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/ai-robotics/anduril-drone-swaps-ai-system-midflight

Analisis Ahli

Col. Timothy Helfrich
"Kami ingin menciptakan platform drone yang dapat beradaptasi dengan perubahan cepat di medan tempur lewat perangkat lunak modular yang mudah diupdate."
Lt. Col. Matthew Jensen
"Perbedaan antara flight dan mission autonomy sangat krusial agar keamanan dan keselamatan penerbangan tetap terjaga saat menjalankan misi kompleks."
Anduril Industries
"Demonstrasi ini membuktikan fleksibilitas tinggi sistem kami yang memungkinkan pergantian solusi software tanpa mengganggu operasi pesawat."

Analisis Kami

"Ini adalah lompatan besar dalam konsep drone tempur yang lebih fleksibel dan adaptif, memungkinkan militer untuk terus memperbarui strategi dan kemampuan tanpa harus mengganti perangkat keras. Namun, tantangannya adalah memastikan integrasi dan keamanan sistem saat perangkat lunak kunci seperti ini sering berganti, yang memerlukan standar pengujian dan sertifikasi yang sangat ketat."

Prediksi Kami

Di masa depan, seluruh pesawat drone militer kemungkinan besar akan menggunakan sistem perangkat lunak misi modular yang dapat dengan cepat diperbarui atau diganti, memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap ancaman dan peningkatan kemampuan tempur secara dinamis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditunjukkan oleh pengujian YFQ-44A dalam konteks otonomi misi?
A
Pengujian YFQ-44A menunjukkan kemampuan pesawat untuk beralih antara dua sistem otonomi misi yang berbeda saat terbang tanpa mendarat.
Q
Siapa yang mengembangkan perangkat lunak Lattice untuk misi otonomi?
A
Perangkat lunak Lattice untuk misi otonomi dikembangkan oleh Anduril Industries.
Q
Apa tujuan dari program Collaborative Combat Aircraft (CCA) Angkatan Udara AS?
A
Tujuan dari program Collaborative Combat Aircraft (CCA) adalah untuk meningkatkan kemampuan drone tempur dan memungkinkan integrasi perangkat lunak misi yang lebih cepat dan fleksibel.
Q
Apa perbedaan antara otonomi misi dan otonomi penerbangan?
A
Otonomi misi mengatur bagaimana drone melaksanakan tugas kompleks setelah menerima instruksi dari pilot manusia, sedangkan otonomi penerbangan mengelola operasi dasar pesawat.
Q
Kapan Angkatan Udara AS berencana untuk membuat keputusan produksi untuk Increment 1 dari program CCA?
A
Angkatan Udara AS berencana untuk membuat keputusan produksi untuk Increment 1 program CCA pada tahun 2026.