Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Pilot F-22 Kendalikan Pesawat Tak Berawak MQ-20 dengan Komunikasi Masa Depan

Teknologi
Robotika
InterestingEngineering InterestingEngineering
18 Nov 2025
99 dibaca
2 menit
Pilot F-22 Kendalikan Pesawat Tak Berawak MQ-20 dengan Komunikasi Masa Depan

Rangkuman 15 Detik

Uji coba menunjukkan kemajuan signifikan dalam kolaborasi antara pesawat berawak dan tak berawak.
Sistem komunikasi terbuka memungkinkan fleksibilitas dan adaptasi dalam pengembangan teknologi pertahanan.
MQ-20 Avenger dirancang untuk melakukan berbagai misi tempur dengan fitur canggih dan daya tahan tinggi.
Angkatan Udara Amerika Serikat bersama tiga kontraktor utama berhasil melakukan uji coba penerbangan yang menghubungkan pesawat tempur F-22 Raptor dengan pesawat tak berawak MQ-20 Avenger. Uji coba ini menggunakan teknologi komunikasi terbaru yang memungkinkan pilot mengontrol drone selama penerbangan. Teknologi komunikasi yang digunakan adalah datalink BANSHEE dari L3Harris dengan radio software-defined Pantera yang dipasang pada kedua pesawat. Metode ini menciptakan koneksi dua arah yang aman, memungkinkan perintah serta data langsung diterima oleh pilot dan drone. Pilot menggunakan perangkat tablet dan modul misi GRACE di F-22 untuk melakukan kontrol dan menerima data secara real-time dari pesawat tak berawak. Ini menjadi bukti nyata dari teknologi komunikasi terbuka dan otonomi sistem yang dapat diupgrade tanpa batasan vendor tunggal. MQ-20 Avenger merupakan pesawat jet tak berawak cepat, dengan jangkauan luas dan kemampuan membawa sensor intelijen serta senjata presisi. Pesawat ini dirancang untuk beroperasi di wilayah berbahaya dan mendukung berbagai misi pengintaian dan serangan waktu-sensitif. Uji coba ini menandai kemajuan penting dalam konsep tim kerja antara pesawat berawak dan tak berawak. Dengan teknologi ini, Angkatan Udara AS dapat lebih cepat mengintegrasikan drone ke dalam operasi tempur dan meningkatkan dominasi udara masa depan dengan mengurangi risiko bagi pilot.

Analisis Ahli

Dr. Mark Thompson (Ahli Teknologi Pertahanan)
Uji coba ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam penerapan arsitektur terbuka yang mampu menjembatani kesenjangan antar platform berbeda, meningkatkan interoperabilitas serta kesiapan tempur di masa depan.