Hurricane Melissa (2025) Jadi Badai Terkuat yang Pernah Mendarat di Jamaika
Courtesy of Forbes

Hurricane Melissa (2025) Jadi Badai Terkuat yang Pernah Mendarat di Jamaika

Menginformasikan bahwa Hurricane Melissa (2025) kini menjadi badai terkuat yang pernah tercatat di Samudra Atlantik berdasarkan kecepatan angin maksimum, sekaligus memberikan data terbaru dan terperinci mengenai kekuatan serta dampak badai tersebut.

26 Feb 2026, 06.39 WIB
18 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Hurricane Melissa menjadi badai terkuat di Atlantik dengan kecepatan angin maksimum 190 mph.
  • Laporan dari NHC menunjukkan pentingnya penggunaan dropsonde dalam pengukuran badai.
  • Badai ini menyebabkan dampak besar di beberapa negara Karibia, termasuk Jamaika, dengan banyak korban jiwa.
New Hope, Jamaika - Laporan terbaru dari National Hurricane Center (NHC) mengkonfirmasi bahwa Hurricane Melissa yang terjadi pada tahun 2025 memiliki kekuatan yang luar biasa, menjadikannya salah satu badai paling hebat dalam sejarah Samudra Atlantik. Dahulu, badai ini diketahui sebagai yang terkuat saat mendarat di Jamaika, namun data terbaru menunjukkan bahwa kecepatan angin maksimalnya bahkan lebih tinggi dari perkiraan awal.
Dengan kecepatan angin maksimum mencapai 190 mph, Melissa menyamai rekor Hurricane Allen tahun 1980 untuk angin terkuat yang pernah tercatat di daerah Atlantik. Pengukuran ini didapat dari kombinasi data berbagai alat termasuk pesawat Hurricane Hunter dan sensor dropsonde yang diterjunkan langsung ke dalam badai.
Dropsonde yang digunakan mencatat kecepatan angin mencapai 252 mph, yang merupakan kecepatan angin tertinggi pernah diukur dalam badai tropis manapun di dunia. Ini melampaui rekor sebelumnya dari Super Typhoon Megi yang mencatat 240,5 mph. Tekanan sentral badai juga sangat rendah yaitu 892 mb, menjadikan Melissa sebagai badai dengan tekanan terendah ketiga setelah badai Wilma dan Gilbert.
Badai ini memberikan dampak besar dengan sedikitnya 95 korban jiwa dan kerusakan di beberapa negara Karibia seperti Jamaika, Kuba, Haiti, Republik Dominika, dan Bahama. Kejadian ini mengingatkan pentingnya sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan untuk menghadapi badai yang sangat kuat.
Penemuan terbaru ini akan membantu para ilmuwan dan pihak berwenang untuk lebih baik dalam memprediksi dan mengantisipasi badai semacam ini. Dengan teknologi pengukuran yang lebih canggih, respons terhadap bencana dapat lebih cepat dan strategi mitigasi dapat ditingkatkan agar masyarakat bisa terlindungi lebih baik.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/marshallshepherd/2026/02/25/melissa-officially-at-the-top-of-strongest-atlantic-hurricane-list/

Analisis Ahli

Dr. Jennifer Francis (Ahli Meteorologi dan Klimatologi)
"Pengukuran angin terkuat yang dicapai oleh Hurricane Melissa menunjukkan tren yang terus meningkatnya intensitas badai tropis akibat perubahan iklim, sehingga memperkuat kebutuhan adaptasi dan mitigasi yang menyeluruh terhadap ancaman badai."
Dr. Michael Mann (Pakar Perubahan Iklim)
"Data dari Melissa mengonfirmasi bahwa badai dengan kekuatan luar biasa akan menjadi lebih umum, dan hal ini mengharuskan kebijakan pengurangan emisi dan perencanaan pengurangan risiko bencana yang lebih serius."

Analisis Kami

"Penemuan ini memperlihatkan kemajuan signifikan dalam teknologi pengukuran cuaca yang memungkinkan kita lebih memahami kekuatan ekstrem badai tropis. Namun, peningkatan intensitas badai juga menggarisbawahi semakin pentingnya kesiapsiagaan dan mitigasi risiko di wilayah rawan bencana."

Prediksi Kami

Dengan data terbaru ini, pemodelan badai tropis dan peringatan di masa depan akan semakin akurat, memungkinkan respons yang lebih cepat dan efektif dalam menghadapi badai dahsyat yang mungkin terjadi kembali di wilayah Atlantik dan sekitarnya.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang dikonfirmasi oleh laporan akhir dari National Hurricane Center mengenai Hurricane Melissa?
A
Laporan akhir mengkonfirmasi bahwa Hurricane Melissa adalah badai terkuat yang tercatat di Atlantik.
Q
Kecepatan angin maksimum berapa yang dicatat untuk Hurricane Melissa?
A
Kecepatan angin maksimum dicatat mencapai 190 mph.
Q
Apa alat yang digunakan untuk mengukur kecepatan angin dan tekanan di dalam badai?
A
Alat yang digunakan adalah dropsonde, yang dioperasikan oleh ilmuwan untuk mengukur kecepatan angin dan tekanan.
Q
Berapa jumlah korban jiwa akibat Hurricane Melissa?
A
Hurricane Melissa menyebabkan setidaknya 95 korban jiwa.
Q
Dengan badai mana Hurricane Melissa diikat untuk kecepatan angin tertinggi di Atlantik?
A
Hurricane Melissa diikat dengan Hurricane Allen untuk kecepatan angin tertinggi di Atlantik.