TLDR
Hurricane Melissa tidak menyebabkan retakan di dasar laut yang dapat memicu gempa bumi. Aktivitas seismik dapat dipengaruhi oleh gelombang laut dan tekanan atmosfer dari badai. Teori konspirasi sering kali muncul setelah bencana alam, tetapi penting untuk mencari informasi yang akurat dan berbasis ilmiah. Hurricane Melissa adalah badai kategori 5 yang sangat kuat dan memberikan dampak besar di Jamaika dan wilayah Karibia lainnya. Namun, badai ini juga memicu berbagai rumor dan teori konspirasi yang tidak berdasar, seperti klaim viral tentang retakan di dasar laut yang bisa menyebabkan gempa besar.Video viral yang beredar menyebutkan bahwa tubrukan badai menciptakan retakan besar di Puerto Rico Channel yang akan menimbulkan gempa besar dalam waktu 45 sampai 60 hari. Namun, klaim tersebut tidak ditemukan bukti ilmiah maupun laporan resmi dari lembaga geologi manapun.Secara ilmiah, seismometer di Jamaika memang mendeteksi pengaruh badai Melissa, tetapi ini disebabkan oleh gelombang laut yang meningkat dan tekanan atmosfer, bukan retakan fisik di dasar laut. Bahkan getaran angin yang kuat juga bisa tercatat oleh alat ini.Penelitian menunjukkan bahwa hujan deras dan salju dapat meningkatkan tekanan dalam retakan batuan, yang berpotensi mempengaruhi aktivitas gempa kecil, tetapi tidak secara langsung menyebabkan gempa besar dari retakan seafloor akibat badai.Wilayah Jamaika sendiri memang rawan gempa karena letaknya di pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga gempa ringan cukup sering terjadi. Namun, tidak ada hubungan langsung antara Hurricane Melissa dengan kemungkinan retakan besar atau gempa dahsyat dalam waktu dekat.