Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Waspada! Penipuan eTilang Palsu dengan Link Phishing Mengincar Data Pribadi

Teknologi
Keamanan Siber
cyber-security (1mo ago) cyber-security (1mo ago)
25 Feb 2026
269 dibaca
2 menit
Waspada! Penipuan eTilang Palsu dengan Link Phishing Mengincar Data Pribadi

Rangkuman 15 Detik

Masyarakat harus lebih waspada terhadap SMS yang berasal dari nomor tidak dikenal.
Selalu periksa keaslian website sebelum memasukkan data pribadi.
Penipuan online semakin bervariasi dan melibatkan jaringan internasional.
Polisi baru-baru ini mengungkap kasus penipuan menggunakan modus eTilang palsu yang mengatasnamakan Kejaksaan Agung. Para pelaku membuat website dan link palsu sangat mirip dengan situs resmi pembayaran denda lalu lintas, lalu menyebarkannya lewat SMS dengan mengirimkan link ke banyak nomor HP secara sekaligus. Korban yang menerima SMS ini biasanya diberitahu tentang tagihan denda pelanggaran lalu lintas dan diarahkan untuk membuka link tersebut. Namun saat diklik, link itu membawa korban ke situs palsu yang meminta data pribadi dan kartu kredit, yang kemudian digunakan pelaku untuk menarik uang secara ilegal hingga Rp 8,8 juta. Pihak kepolisian menemukan total 124 link phishing yang tersebar serta 11 link utama yang digunakan pelaku. Polisi juga berhasil menangkap lima tersangka dari dua lokasi berbeda di Jawa Tengah dan Banten. Lebih mengejutkan, kasus ini dikendalikan oleh warga negara China dari jarak jauh menggunakan akun Telegram. Para tersangka di Indonesia menggunakan aplikasi khusus yang bisa mengirim hingga 3.000 SMS blast dalam sehari, serta memantau jumlah SMS yang berhasil dan gagal. Alat dan teknologi ini dikirim dari China dan dioperasikan dari sana, sementara ada juga tersangka yang menyediakan jasa aktivasi akun Telegram dan WhatsApp yang digunakan oleh jaringan ini. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati menerima SMS dari nomor tidak dikenal terutama yang mengandung link, dan selalu mengecek keaslian situs sebelum memasukkan data pribadi atau data perbankan. Jika ragu, disarankan untuk menghubungi langsung customer service bank atau instansi terkait untuk memastikan keaslian informasi.

Analisis Ahli

Ahmad Fauzi (Pakar Keamanan Siber Indonesia)
Fenomena phishing yang meniru situs resmi merupakan ancaman serius yang harus diatasi dengan pendekatan teknis dan edukasi pengguna. Kolaborasi lintas negara juga penting mengingat ada keterlibatan WNA dalam kasus ini.