Indonesia di Peringkat 80 Global, Tantangan Besar Dalam Daya Saing Talenta
Courtesy of CNBCIndonesia

Indonesia di Peringkat 80 Global, Tantangan Besar Dalam Daya Saing Talenta

Menyampaikan hasil ranking dan analisis Indonesia dalam Global Talent Competitiveness Index 2025 sebagai indikator kesiapan negara dalam pengembangan dan daya saing talenta di era global dan digital, agar pembaca memahami posisi Indonesia serta area yang perlu ditingkatkan.

25 Feb 2026, 04.45 WIB
9 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Indonesia berada di peringkat 80 dalam Global Talent Competitiveness Index 2025.
  • Kemampuan adaptasi talenta Indonesia masih perlu ditingkatkan, terutama dalam menghadapi perubahan teknologi.
  • Kolaborasi antara berbagai organisasi penting untuk menghasilkan analisis yang lebih dalam tentang daya saing talenta.
Jakarta, Indonesia - Global Talent Competitiveness Index (GTCI) 2025 baru-baru ini merilis peringkat daya saing talenta negara-negara di dunia dan Indonesia menempati posisi ke-80 dari 135 negara. Indeks ini menilai kemampuan suatu negara dalam mengembangkan, menarik, dan mempertahankan talenta sebagai faktor penting di ekonomi global yang semakin kompetitif.
Indonesia masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas dengan nilai keseluruhan 41,18, yang berada di bawah rata-rata kelompok tersebut yaitu 43,14. Penilaian dalam laporan ini dilakukan melalui berbagai indikator, termasuk kemampuan teknologi, kualitas pendidikan, serta kebijakan dan regulasi yang mendukung talenta.
Pada aspek adaptasi talenta, Indonesia mendapat skor paling rendah, terutama dalam kemampuan menggunakan software bisnis dan cloud, pemberdayaan perempuan, serta pelatihan dalam perusahaan. Namun, Indonesia justru unggul dalam pemusatan talenta di bidang kecerdasan buatan (AI), yang menjadi sektor penting di era digital ini.
Laporan GTCI 2025 menambahkan indikator baru seperti penggunaan AI, ketahanan tenaga kerja, dan kesejahteraan karyawan. Pilar-pilar penilaian mencakup Effectiveness of regulation, kemampuan menarik talenta, pendidikan dan pelatihan, serta menjaga kualitas hidup karyawan. Indonesia cukup baik di pilar Retain dan Enable, tapi masih perlu berbenah di Attract dan Grow.
Untuk mengingkatkan posisi di masa depan, Indonesia perlu fokus pada pengembangan keterampilan digital dan penyesuaian sistem pendidikan serta pelatihan dengan kebutuhan industri teknologi tinggi yang terus berkembang. Langkah ini penting agar ekonomi Indonesia bisa bersaing di skala global dan menarik talenta lokal maupun asing.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260224173252-37-713575/riset-beberkan-kekurangan-terparah-sdm-indonesia-simak

Analisis Ahli

Prof. Yohanes Surya
"Penting bagi Indonesia untuk memperbaiki sistem pendidikan dan pelatihan vokasional agar menyesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0 dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam peningkatan skill SDM."
Dr. Rini Sumarno
"Kebijakan perlu diarahkan pada pemberdayaan perempuan dan perlindungan lingkungan yang menjadi bagian dari daya tarik talenta berkelanjutan dalam ekosistem bisnis modern."

Analisis Kami

"Meskipun ada beberapa kemajuan dalam hal pengelolaan talenta terutama di area AI, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada pengembangan keterampilan digital dan pelatihan dalam perusahaan yang harus segera diatasi untuk meningkatkan daya saing nasional. Jika tidak ada langkah strategis yang diambil, posisi Indonesia dalam kompetisi global talenta digital akan semakin tergerus oleh negara lain yang lebih cepat beradaptasi dengan teknologi baru."

Prediksi Kami

Indonesia kemungkinan akan fokus memperkuat kemampuan adaptasi talenta terutama dalam digitalisasi dan teknologi agar bisa bersaing secara global serta menarik lebih banyak talenta unggul ke depan.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa peringkat Indonesia dalam Global Talent Competitiveness Index 2025?
A
Indonesia menempati peringkat 80 dari 135 negara.
Q
Apa yang dinilai dalam Global Talent Competitiveness Index?
A
GTCI menilai daya saing negara dalam pengembangan, penarikan, dan mempertahankan talenta.
Q
Apa saja pilar yang dinilai dalam indeks ini?
A
Pilar yang dinilai mencakup Enable, Attract, Grow, Retain, dan Vocational & Technical Skills.
Q
Apa kategori dengan skor terendah untuk Indonesia?
A
Kategori dengan skor terendah untuk Indonesia adalah kemampuan adaptasi umum.
Q
Siapa yang berkolaborasi dalam penyusunan GTCI?
A
INSEAD, Human Capital Leadership Institute, dan Adecco Group berkolaborasi dalam penyusunan GTCI.