
Courtesy of InterestingEngineering
Kelahiran Bayi Pertama dari Transplantasi Rahim Donor Meninggal di Inggris
Menginformasikan keberhasilan kelahiran anak pertama yang lahir dari ibu yang menerima transplantasi rahim dari donor meninggal di Inggris, menunjukkan kemajuan penting dalam pengobatan fertilitas dan membuka harapan baru bagi wanita tanpa rahim untuk menjadi ibu.
24 Feb 2026, 19.54 WIB
115 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Transplantasi rahim dari donor yang telah meninggal dapat memberikan harapan baru bagi wanita dengan sindrom MRKH.
- Kelahiran bayi Hugo menandai kemajuan penting dalam penelitian transplantasi rahim di Inggris.
- Derma organ memiliki dampak besar, memberi kesempatan hidup baru bagi orang lain, seperti yang ditunjukkan oleh kisah Grace Bell.
London, Inggris - Grace Bell adalah wanita Inggris yang lahir dengan kondisi MRKH sehingga tidak memiliki rahim yang bisa digunakan untuk kehamilan. Kondisi ini membuatnya hanya bisa memilih untuk memiliki anak lewat surrogasi atau transplantasi rahim yang masih baru dan eksperimental.
Pada Juni 2024, Grace menerima transplantasi rahim dari seorang donor yang sudah meninggal melalui operasi selama 10 jam di The Churchill Hospital, Oxford. Prosedur ini adalah bagian dari uji coba yang menguji keampuhan penggunaan rahim dari donor meninggal untuk kehamilan.
Setelah operasi transplantasi, Grace dan suaminya menjalani prosedur IVF dimana embrio ditanam ke rahim barunya sehingga ia bisa mengandung secara alami. Pada Desember 2025, bayi laki-laki bernama Hugo lahir di Queen Charlotte’s and Chelsea Hospital di London.
Keberhasilan ini menunjukan kemajuan riset selama 25 tahun yang dipimpin oleh Professor Richard Smith dan membuka harapan bagi sekitar 5.000 wanita di Inggris yang mengalami kondisi serupa untuk bisa merasakan kehamilan dan melahirkan secara alami.
Meskipun transplantasi rahim memerlukan pemakaian obat-obatan imunosupresan yang ketat dan rencana untuk mengangkat rahim setelah kehamilan kedua demi kesehatan jangka panjang Grace, langkah ini adalah inovasi besar dalam bidang pengobatan reproduksi yang memungkinkan lebih banyak wanita menjadi ibu.
Referensi:
[1] https://www.interestingengineering.com/science/uk-baby-deceased-donor-womb-transplant
[1] https://www.interestingengineering.com/science/uk-baby-deceased-donor-womb-transplant
Analisis Ahli
Professor Richard Smith
"Transplantasi rahim memerlukan kombinasi teknik bedah presisi dan manajemen imun yang ketat, dan kemajuan ini adalah hasil dari 25 tahun riset yang mendalam serta kolaborasi antar disiplin ilmu medis."
Analisis Kami
"Keberhasilan ini menandai tonggak penting dalam bidang transplantasi reproduksi dan membuka horizon baru bagi banyak wanita yang mengalami ketidaksuburan akibat kondisi rahim. Namun, penggunaan obat imunosupresan dan risiko medis tetap membutuhkan pengawasan ketat agar keselamatan ibu tetap terjaga."
Prediksi Kami
Keberhasilan transplantasi rahim dari donor meninggal ini akan mempercepat penerimaan prosedur ini sebagai standar medis di Inggris dan dunia, serta memberikan akses lebih luas bagi wanita tanpa rahim untuk hamil secara aman dan alami.
Pertanyaan Terkait
Q
Siapa Grace Bell dan apa yang dialaminya?A
Grace Bell adalah seorang wanita yang lahir dengan sindrom MRKH, yang berarti dia tidak memiliki rahim yang dapat berfungsi.Q
Apa yang dilakukan Grace Bell untuk bisa menjadi seorang ibu?A
Grace Bell menjalani transplantasi rahim dan kemudian menjalani perawatan IVF untuk bisa hamil dan melahirkan.Q
Di mana Hugo dilahirkan dan apa pentingnya kelahiran ini?A
Hugo dilahirkan di Queen Charlotte's and Chelsea Hospital di London, dan kelahiran ini merupakan keberhasilan pertama transplantasi rahim dari donor yang telah meninggal di Inggris.Q
Siapa yang memimpin penelitian transplantasi rahim di Inggris?A
Professor Richard Smith memimpin penelitian transplantasi rahim di Inggris, yang telah berlangsung selama lebih dari 25 tahun.Q
Apa itu sindrom MRKH?A
Sindrom MRKH adalah gangguan kongenital langka yang membuat wanita lahir tanpa rahim yang dapat berfungsi, mempengaruhi sekitar 5.000 wanita di Inggris.




