Jepang Setujui Obat Stem Cell untuk Parkinson dan Gagal Jantung Meski Data Masih Terbatas
Courtesy of NatureMagazine

Jepang Setujui Obat Stem Cell untuk Parkinson dan Gagal Jantung Meski Data Masih Terbatas

Memberikan informasi mengenai perkembangan terapi berbasis sel punca iPS di Jepang dan dampak regulasi persetujuan bersyarat untuk dua obat baru yang berpotensi menjadi terobosan bagi penyakit Parkinson dan gagal jantung, sekaligus menyoroti kekhawatiran terhadap keamanan dan efektivitas terapi tersebut.

23 Feb 2026, 07.00 WIB
167 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Terapi Amchepry dan ReHeart merupakan terobosan dalam pengobatan menggunakan sel punca.
  • Uji klinis yang dilakukan masih terbatas dan memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan keamanan dan efektivitasnya.
  • Jepang sedang mengeksplorasi cara untuk mempercepat pengembangan terapi regeneratif melalui persetujuan kondisional.
Tokyo, Jepang - Di Jepang, dua obat baru berbasis teknologi stem cell yang disebut Amchepry dan ReHeart mendapat persetujuan bersyarat oleh kementerian kesehatan. Obat ini dikembangkan menggunakan sel punca pluripoten dari donor yang kemudian diubah menjadi jenis sel khusus untuk mengobati penyakit Parkinson dan gagal jantung.
Amchepry digunakan untuk pasien Parkinson dengan cara mengganti sel otak yang rusak dengan sel yang memproduksi dopamin, sedangkan ReHeart berupa patch berisi sel otot jantung yang ditanam pada penderita penyakit jantung iskemik untuk memperbaiki fungsi jantung. Kedua obat ini sudah melalui uji coba kecil dan menunjukkan hasil awal yang positif dan aman.
Namun, sejumlah pakar seperti Paul Knoepfler dan Hiroshi Kawaguchi berpendapat data yang ada masih sangat terbatas dan masih terlalu awal untuk memastikan keamanan dan manfaat jangka panjang. Uji klinis lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar dan metode kontrol yang ketat sangat diperlukan.
Salah satu keunikan regulasi Jepang adalah persetujuan bersyarat yang memungkinkan obat dijual selama tujuh tahun dengan pengawasan ketat untuk mengamati efek jangka panjangnya. Ini adalah upaya untuk mempercepat akses ke terapi inovatif yang berpotensi menyembuhkan kondisi sulit diobati.
Meski ini merupakan kemajuan besar di bidang regeneratif medis, banyak kritik yang mengingatkan perlunya kehati-hatian dan penelitian lebih dalam agar produk yang beredar aman dan benar-benar bermanfaat bagi pasien secara luas.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00585-x

Analisis Ahli

Paul Knoepfler
"Data awal menjanjikan namun masih terlalu dini untuk komersialisasi produk ini tanpa uji coba lebih besar dan terkontrol."
Hiroshi Kawaguchi
"Data klinik untuk Amchepry dan ReHeart masih sangat lemah, dan kurangnya kelompok kontrol membuat sulit menarik kesimpulan manfaatnya."

Analisis Kami

"Persetujuan kondisional untuk Amchepry dan ReHeart menandai langkah maju yang berani dalam pengobatan regeneratif, tetapi sangat berisiko tanpa bukti uji klinis yang kuat dan terkontrol. Jepang harus berhati-hati agar inovasi ini tidak mengorbankan keselamatan pasien dan reputasi teknologi sel punca, terutama dalam tahap awal komersialisasi."

Prediksi Kami

Persetujuan bersyarat ini dapat membuka jalan bagi terapi berbasis sel punca yang lebih luas di Jepang dan mungkin global, namun jika data keamanan dan efikasi tidak memadai bisa memicu kontroversi dan mempengaruhi kepercayaan terhadap terapi regeneratif berbasis iPS.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa itu Amchepry dan untuk apa digunakan?
A
Amchepry adalah terapi yang dikembangkan untuk mengobati Penyakit Parkinson menggunakan sel punca yang direprogram.
Q
Siapa yang mengembangkan terapi ReHeart?
A
ReHeart dikembangkan oleh Cuorips, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Tokyo.
Q
Mengapa uji klinis untuk Amchepry dan ReHeart dianggap masih lemah?
A
Uji klinis untuk Amchepry dan ReHeart dianggap lemah karena jumlah peserta yang sedikit dan kurangnya kelompok kontrol.
Q
Apa yang dilakukan oleh Shinya Yamanaka dalam bidang penelitian sel punca?
A
Shinya Yamanaka mengembangkan metode untuk mereprogram sel dewasa menjadi sel punca pluripoten, yang memberikan harapan baru dalam terapi regeneratif.
Q
Apa yang diharapkan dari pengobatan dengan terapi sel punca di Jepang?
A
Diharapkan bahwa pengobatan dengan terapi sel punca dapat memberikan solusi untuk berbagai penyakit degeneratif yang sulit diobati.