TLDR
Penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan teknologi CRISPR/Cas9 dalam meningkatkan aroma dan rasa tanaman. Aroma baru yang dihasilkan dari tomat ini diharapkan dapat menarik minat konsumen dan meningkatkan nilai jualnya. Tim peneliti terinspirasi oleh padi wangi, menunjukkan pentingnya inovasi dalam bidang pertanian. Tomat adalah salah satu sayuran yang paling banyak diproduksi di dunia, terutama di China yang menghasilkan lebih dari 70 juta ton pada tahun 2023. Meski jumlahnya besar, banyak konsumen merasa rasa tomat secara umum mulai memudar seiring waktu. Hal ini menjadi motivasi bagi para peneliti untuk mencari solusi baru.Alih-alih mencoba mengembalikan rasa asli tomat yang mulai hilang, tim peneliti dari China dan Australia justru memilih untuk menciptakan aroma baru yang menarik dengan mengambil inspirasi dari beras wangi premium. Aroma ini dikenal memiliki wangi khas seperti popcorn yang baru matang, sangat disukai oleh banyak orang.Untuk mewujudkan ide ini, para ilmuwan menggunakan teknologi CRISPR/Cas9 untuk menyunting dua gen yang biasanya berfungsi menekan pembentukan senyawa aromatik dalam tomat. Setelah gen dihilangkan, tomat tersebut mulai mengeluarkan aroma manis dan harum yang sebelumnya tidak ada.Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium bioteknologi di Zhejiang, China, dan hasilnya dipublikasikan dalam Journal of Integrative Agriculture pada 24 Januari. Temuan ini membuka jalan bagi pengembangan tomat dengan keunikan baru yang mungkin diminati pasar karena nilai jualnya yang lebih tinggi.Dengan inovasi ini, para ilmuwan berharap tidak hanya meningkatkan aroma tomat tetapi juga membuka kemungkinan baru dalam teknologi pangan dengan menyesuaikan aroma tanaman sesuai selera konsumen, serta meningkatkan potensi produk pangan secara komersial di masa depan.