Teknologi Pendinginan Baru Tanpa Freon dengan Siklus Ionokalori Ramah Lingkungan
Courtesy of CNBCIndonesia

Teknologi Pendinginan Baru Tanpa Freon dengan Siklus Ionokalori Ramah Lingkungan

Mengembangkan teknologi pendinginan inovatif yang menggantikan penggunaan bahan kimia berbahaya pada sistem pendingin konvensional dengan cara yang lebih efisien dan ramah lingkungan melalui siklus ionokalori.

22 Feb 2026, 15.45 WIB
76 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Penelitian ini memberikan alternatif ramah lingkungan untuk sistem pendinginan konvensional.
  • Siklus ionokalori dapat berpotensi mengurangi emisi karbon dioksida.
  • Pengembangan sistem pendinginan baru ini berpotensi menggantikan bahan kimia berbahaya seperti HFC.
Jakarta, Indonesia - Para peneliti telah menemukan teknologi baru yang berpotensi menggantikan bahan kimia berbahaya seperti freon dalam sistem pendingin ruangan. Sistem pendingin konvensional bekerja dengan memindahkan panas dari dalam ruangan menggunakan cairan khusus yang dapat menyerap panas dan kemudian diuapkan menjadi gas dalam sistem tertutup.
Peneliti dari University of California, Berkeley mengembangkan metode baru yang memanfaatkan perubahan bentuk material seperti es yang mencair untuk menyerap dan memindahkan panas. Metode ini disebut siklus ionokalori, yang melibatkan partikel ion untuk mempercepat proses pencairan tanpa menaikkan suhu secara langsung.
Proses ini mirip dengan penggunaan garam di jalan saat musim dingin untuk mencegah pembentukan es. Tim peneliti menguji garam berbasis yodium dan natrium yang dapat mencairkan cairan etilena karbonat yang juga digunakan dalam baterai lithium-ion, sehingga proses pembuatannya sangat ramah lingkungan bahkan menghasilkan emisi negatif.
Dalam uji coba, suhu dapat turun hingga 25 derajat Celcius hanya dengan penggunaan listrik sebesar 1 volt. Proses ini sangat efisien dan menjanjikan sebagai alternatif sistem pendingin masa depan yang tidak merusak lingkungan.
Saat ini, para peneliti sedang berusaha mengembangkan sistem praktis untuk penggunaan komersial dan menemukan garam yang paling efektif, yaitu garam berbasis nitrat. Inovasi ini diharapkan bisa menjadi solusi pendinginan yang lebih aman, hemat energi, dan ramah lingkungan dalam waktu dekat.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260222134300-37-712813/kulkas-dan-ac-siap-siap-berubah-peneliti-temukan-pengganti-freon

Analisis Ahli

Drew Lilley
"Siklus ionokalori memiliki potensi besar sebagai solusi efisien yang aman dan ramah lingkungan untuk menggantikan sistem pendingin konvensional."

Analisis Kami

"Inovasi siklus ionokalori ini menandai terobosan penting dalam teknologi pendinginan yang berkelanjutan dan non-toxic. Jika dapat diimplementasikan secara komersial dengan biaya terjangkau, teknologi ini akan merevolusi industri pendingin udara dan mengurangi dampak negatif terhadap perubahan iklim."

Prediksi Kami

Teknologi siklus ionokalori akan terus berkembang dan bahkan dapat menggantikan sistem pendingin konvensional di masa depan, memberikan solusi yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang ditemukan oleh peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory?
A
Peneliti berhasil menemukan teknologi pengganti bahan kimia berbahaya untuk mendinginkan ruangan.
Q
Bagaimana cara kerja sistem pendingin konvensional?
A
Sistem pendingin konvensional bekerja dengan memindahkan panas menggunakan cairan yang mampu menyerap panas.
Q
Apa itu siklus ionokalori?
A
Siklus ionokalori adalah metode pencairan yang menggunakan partikel ion untuk menyerap dan memindahkan energi panas.
Q
Apa manfaat dari teknologi baru ini dibandingkan dengan HFC?
A
Teknologi baru ini memiliki potensi untuk menciptakan dingin secara efisien, aman, dan tidak berdampak buruk untuk lingkungan.
Q
Apa yang sedang dilakukan oleh peneliti saat ini?
A
Peneliti sedang menciptakan sistem praktis yang bisa diterapkan secara komersial, termasuk mencari garam yang paling efektif untuk menarik panas.