Startup RentAHuman.ai Perkenalkan Layanan Tubuh Manusia untuk Agen AI
Bisnis
Startup dan Kewirausahaan
22 Feb 2026
272 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
RentAHuman.ai menawarkan solusi inovatif untuk menghubungkan AI dengan manusia.
Konsep penyewaan tubuh manusia dapat membuka peluang baru dalam dunia kerja serabutan.
Pembayaran dalam bentuk aset kripto menunjukkan adaptasi platform terhadap tren teknologi modern.
Sebuah startup bernama RentAHuman.ai memperkenalkan teknologi baru yang memungkinkan agen kecerdasan buatan (AI) untuk menyewa manusia agar bisa melakukan tugas fisik di dunia nyata. Hal ini bertujuan mengatasi keterbatasan AI yang tidak bisa bertindak langsung di dunia nyata tanpa dukungan manusia.
Perusahaan ini didirikan oleh Alexander Liteplo dan telah menarik minat lebih dari 73.000 orang dalam waktu dua hari untuk menjadi manusia sewaan yang bisa dipesan oleh AI. Pendaftar ini berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, mulai dari model OnlyFans hingga CEO startup.
Manusia yang tergabung dalam platform ini membuat profil lengkap termasuk lokasi, keahlian, dan tarif bayaran per jam. Agen AI kemudian dapat memesan manusia tertentu untuk menyelesaikan tugas yang diberikan serta meminta bukti bahwa tugas tersebut selesai melalui platform tersebut.
Pembayaran untuk pekerjaan yang dilakukan oleh manusia sewaan dilakukan dalam bentuk aset kripto dengan harga bervariasi, mulai dari US$ 1 untuk pekerjaan sederhana seperti subscribe akun Twitter hingga US$ 100 untuk tugas khusus seperti selfie dengan tulisan tertentu.
Platform RentAHuman.ai didesain agar ramah terhadap bot AI sehingga agen seperti Claude dan MoltBot dapat menyewa manusia secara langsung tanpa kesulitan. Model bisnis ini diharapkan dapat membentuk ekosistem kerja serabutan baru yang inovatif dan mendukung beragam kebutuhan tugas fisik di dunia nyata.
Analisis Ahli
Dr. Intan Pratiwi, Pakar Etika Teknologi
Inovasi ini membuka peluang besar sekaligus risiko etis terkait manusia yang dijadikan 'perpanjangan' AI, perlu pengawasan ketat agar hak pekerja tetap terlindungi.Prof. Budi Santoso, Ahli AI dan Robotika
Konsep ini sangat inovatif dalam mengkomplementasi AI dengan kemampuan manusia, namun tantangan utama ada di integrasi sistem dan memastikan instruksi AI dapat dipahami dengan baik oleh manusia.

