Remaja Kanada Pakai ChatGPT dan Roblox Sebelum Penembakan Massal Tragis
Courtesy of TechCrunch

Remaja Kanada Pakai ChatGPT dan Roblox Sebelum Penembakan Massal Tragis

Memberikan pemahaman tentang keterkaitan penggunaan teknologi AI seperti ChatGPT dengan kasus kekerasan massal yang terjadi dan membahas tantangan pengawasan serta dampak mental dari interaksi dengan model bahasa besar.

21 Feb 2026, 22.25 WIB
63 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Pentingnya pemantauan penggunaan teknologi untuk mencegah penyalahgunaan.
  • Dampak negatif dari kekerasan yang dapat dipromosikan melalui platform digital.
  • Peran penting layanan krisis dalam memberikan bantuan kepada individu yang membutuhkan.
Tumbler Ridge, Kanada - Seorang remaja berusia 18 tahun di Tumbler Ridge, Kanada, diduga melakukan aksi penembakan massal yang menewaskan delapan orang. Sebelum kejadian ini, ia diketahui menggunakan ChatGPT dari OpenAI untuk membahas topik kekerasan senjata yang sempat dilarang oleh sistem pengawasan AI.
OpenAI memiliki mekanisme untuk memantau penyalahgunaan model bahasa besar mereka. Dalam kasus ini, aktivitas chat remaja tersebut sempat memicu alarm dan diblokir pada Juni 2025. Namun, staf perusahaan akhirnya memutuskan untuk tidak melaporkan ke pihak berwenang sebelum kejadian tragis terjadi.
Selain interaksi dengan ChatGPT, korban juga membuat sebuah permainan di platform Roblox yang mensimulasikan skrip penembakan massal di sebuah pusat perbelanjaan. Ia juga aktif dalam membahas tentang senjata di situs Reddit, menunjukkan ketertarikan kuat pada tema kekerasan.
Kondisi mental remaja itu juga sudah menjadi perhatian polisi lokal. Mereka pernah dipanggil ke rumah keluarga setelah korban menunjukkan perilaku berbahaya, termasuk memulai kebakaran saat berada di bawah pengaruh obat-obatan yang tidak disebutkan jenisnya.
Kasus ini mengangkat isu penting terkait risiko penggunaan teknologi AI yang tidak diawasi ketat, terutama bagi individu dengan gangguan mental. Beberapa model AI sebelumnya pernah menjadi sasaran gugatan hukum karena dianggap memberikan dukungan terhadap perilaku yang berpotensi merugikan pengguna.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/21/openai-debated-calling-police-about-suspected-canadian-shooters-chats/

Analisis Ahli

Dr. Andi Pratama (Psikolog Klinis)
"Model AI harus dirancang dengan fitur deteksi risiko yang lebih canggih untuk membantu mencegah eskalasi gangguan mental pada pengguna yang berpotensi berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain."

Analisis Kami

"Kejadian ini menyoroti betapa pentingnya tanggung jawab sosial perusahaan teknologi dalam memonitor dan mengelola penggunaan AI secara ketat. Menunda pelaporan ke penegak hukum menunjukkan adanya celah yang harus disempurnakan agar insiden tragis serupa bisa dicegah lebih awal di masa depan."

Prediksi Kami

Pengawasan terhadap teknologi AI seperti ChatGPT akan diperketat dan regulasi baru mungkin diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan yang dapat berakibat fatal, terutama terkait kesehatan mental dan potensi kekerasan.

Pertanyaan Terkait

Q
Siapa Jesse Van Rootselaar?
A
Jesse Van Rootselaar adalah seorang remaja berusia 18 tahun yang diduga melakukan penembakan massal di Tumbler Ridge, Kanada.
Q
Apa yang dilakukan Jesse Van Rootselaar di Roblox?
A
Jesse Van Rootselaar membuat game di Roblox yang mensimulasikan penembakan massal di sebuah mal.
Q
Mengapa OpenAI mempertimbangkan untuk menghubungi penegak hukum?
A
OpenAI mempertimbangkan untuk menghubungi penegak hukum karena aktivitas Jesse yang mencurigakan di ChatGPT.
Q
Apa yang dilakukan OpenAI setelah insiden penembakan?
A
Setelah insiden penembakan, OpenAI menghubungi otoritas Kanada untuk melaporkan kejadian tersebut.
Q
Apa yang dapat dilakukan seseorang jika mereka mengalami krisis atau memiliki pikiran bunuh diri?
A
Jika seseorang mengalami krisis atau memiliki pikiran bunuh diri, mereka dapat menghubungi atau mengirim pesan ke layanan bantuan 988.